Jakarta, Aktual.co — Pelasana Tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Prabowo mengaku akan berkoordinasi dengan kepolisian.
Langkah itu, kata Johan, akan dilakukan jika nanti resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Tentu langkah pertama kalau saya jadi dilantik, tentu harus bertemu dengan pimpinan Polri koordinasi,” kata Johan Budi di kantor KPK, Rabu (18/2) malam.
Namun demikian, langkah apa yang akan dilakukan, Johan mengaku tak akan mendahului, terlebih masih ada empat pimpinan lainnya. “Saya belum tahu, karena ini juga bukan hanya suara saya, ada empat pimpinan lain, dan Pak Badrodin juga saya baca juga akan segera lakukan koordinasi,” tegas dia.
Johan pun mengatakan, menghormati proses yang diambil oleh Presiden Jokowi yang telah mengeluarkan Peraturan Perundang-undangan (Perppu) untuk menunjuk Plt KPK.
“Selama ini, kalau saya selalu sampaikan, KPK sebagai penegak hukum harus hormati proses hukum. Polri dan KPK punya kewenangan untuk menangani kasus-kasus Tipikor. Saya berharap apa yang diputus presiden dan ada kalimat yang menurut saya penuh makna dalam umumkan itu,” kata dia.
Johan mengatakan, Presiden Jokowi juga telah menyampaikan, bahwa Kapolri yang telah diusulkan bisa jaga hubungan dengan KPK. 
“Sebaliknya KPK juga bisa menjaga hubungan. Ini dalam maknanya. Saya kira ada hal yang nanti saya optimis akan selesai persoalan ini,” tambah dia.
Johan juga mengaku dirinya sudah mendengar pandangan calon Kapolri Komjen Badrodin Haiti, bahwa akan berupaya bersinergi dengan KPK. 
Saat ini dua pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan Abraham Samad sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi. Kemudian juga ada 21 penyidik yang terancam menjadi tersangka karena urusan senjata api.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu