Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini rutin melakukan pemeriksaan terhadap para saksi bagi Setya Novanto (SN) tersangka korupsi e-KTP, karena berkas kasus Ketua DPR RI tersebut sudah nyaris rampung yakni sekitar 70 persen. AKTUAL/Munzir
Jakarta, Aktual.com-DPP Partai Golkar telah menggelar Rapat Pleno dengan menghasilkan sejumlah keputusan. Diantaranya menyetujui Sekjen Idrus Marham menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar mengganti sementara posisi Setya Novanto yang kini ditahan KPK lantaran berstatus tersangka  korupsi e-KTP.
Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menuturkan, pada rapat pleno yang dilaksanakan kemarin, sejumlah kader menginginkan perubahan dan pembaruan di dalam partai.
“Dalam rapat pleno kemarin, banyak yang memiliki pandangan sama yaitu ingin adanya pembaharuan di dalam partai, bukan pelamaan,” papar Ace, dalam diskusi bertajuk “Golkar Pasca Novanto”, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11).
Meski begitu, Ace menuturkan, ada juga kader Golkar yang menginginkan pergantian setelah adanya hasil praperadilan yang diajukan Setya Novanto.
‎”Tetapi, ada juga dalam rapat pleno kemarin yang menginginkan menunggu adanya hasil praperadilan untuk menentukan nasib ketua umum. Semua proses politik di Golkar diselesaikan secara musyawarah,” jelas Ace.
Selain menunjuk Sekjen Idrus Marham menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar, dalam rapat pleno juga disepakati apabila gugatan Setya Novanto diterima dalam praperadilan maka status Plt Ketua Umum yang diserah ke Idrus Marham akan berakhir. Namun, apabila sebaliknya, DPP Golkar akan menggelar Munaslub menentukan pengganti Setya Novanto.
Pewarta Fadlan Syiam Butho
(Bawaan Situs)