Dalam hasil sweeping petugas gabungan TNI/ Polri puluhan orang yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan atas kasus kepemilikan narkoba dan pengeroyokan anggota polisi saat penggerebekan bandar narkoba di daerah tersebut beberapa hari lalu. Sementara untuk barang bukti senjata tajam yang ditemukan di lokasi, pihaknya akan melakukan uji laboratorium.

Jakarta, Aktual.com — Rico 36 tahun, terduga pelaku pengeroyokan polisi di Matraman, Jakarta Timur pada Selasa (18/1) lalu ternyata cukup terkenal di wilayah, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Rico yang tubuhnya dipenuhi tatto dikenal warga sebagai seorang preman, yang senang mengintimidasi warga sekitar dengan tindak kekerasan.

Salah seorang warga yang mengaku pernah diintimidasi oleh pelaku ialah Mansuri. Dia mengatakan bahwa pelaku sering keluar masuk penjara.

“Itu orang pernah nusuk orang dari belakang. Makanya tidak aneh kalau dia suka keluar masuk penjara,” ujar dia di Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/1).

Tak hanya Mansuri, kejahatan Rico juga dirasakan Slamet. Dia menyebut bahwa Rico kerap memalaki warga.

“Dia merasa jagoan di sini. Sering malakin warga juga. Liat daja badannya penuh tatto, yang dipalakin takut,” kata dia.

Lanjut Slamet yang juga menjadi penjual nasi padang menceritakan, kalau Rico pernah memaksa dirinya menjual nasi jauh dari harga sesungguhnya.

“Masa dia minta nasi dua bungkus bayarnya Rp2 ribu. Sebungkusnya nasi putihnya saja sekarang sudah Rp4 ribu. Pakai lauk lagi mintanya. Ya saya tidak kasih. Dia malah mengancam,” kata Slamet.

Namun, Slamet merasa dirinya lebih beruntung daripada orang lain yang sempat berurusan dengan Rico. Oleh karena itu, Slamet bersyukur Rico sekarang sudah tidak lagi bisa mengancam dirinya.

“Ya semoga gak ada lagi deh, Mas yang kaya gitu,” ujar dia.

(Wisnu)