Jakarta, Aktual.co —   Keluarga Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mendatangi Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4). 
Sesaat sebelum memasuki nusakambangan, Salah seorang anggota tim kuasa hukum terpidana mati Raheem Agbaje Salami, Ursa Supit, menyerahkan selembar kertas berisi tulisan tangan Angela (kekasih Raheem), kepada wartawan yang meliput persiapan eksekusi di sekitar Dermaga Wijayapura.
Tulisan yang ditandatangani Angela tersebut berbunyi “Good morning everyone…. As Raheem girlfriend, I beg to Mr. Joko Widodo and all of Indonesian to stop the execution. They’re a good people and they deserve for a second chance. Please forgive them. Please forgive them and stop this execution. My boy friend and I do love all off them. I beg all of you to stop this execution. Love, (signature) Angela”.
Selain keluarga duo “Bali Nine”, tim kuasa hukum dari sejumlah terpidana mati juga mendatangi Dermaga Wijayapura guna menyeberang ke Pulau Nusakambangan.
Sementara itu, sejumlah pejabat dari beberapa Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah tampak mendatangi Pulau Nusakambangan guna memantau persiapan eksekusi hukuman mati yang diduga akan dilaksanakan pada Selasa (28/4) malam atau Rabu (29/4) dini hari.
Kesembilan terpidana mati itu terdiri atas Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby