Ilustrasi- Imam Syafi'i

Jakarta, Aktual.com – Imam Syafi’i adalah salah seorang imam mazhab dalam bidang ilmu fiqih. Beliau merupakan seorang imam mazhab yang sangat kuat pengaruhnya di dalam Islam.

Pemikiran-pemikiran beliau tersebar luas khususnya di daerah asia tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Dari semua itu, terdapat faktor-faktor yang membuat imam Syafi’i unggul dalam keilmuannya, yaitu:

Pertama, Bakat dan sifat-sifat Allah SWT telah menganugerahi Imam Syafi’I beberapa bakat yang membuatnya berhasil mencapai puncak tertinggi di kalangan para tokoh pemikir dan ahli fiqih. Ia adalah orang yang memiliki kecerdasan, pemikiran yang mendalam dan jangakauan pemahaman yang luas.

Selain itu, ia juga memiliki kemampuan yang sangat kuat dalam menjelaskan dan mengungkapkan berbagai masalah, ia dikaruniai lisan yang fasih, cara menerangkan yang lugas dan suara yang sangat berpengaruh dalam mengungkapkan isi hati.

Batinnya bersih dari noda-noda dan kotoran-kotoran dunia, dan tulus dalam mencari kebenaran serta pengetahuan. Ia mencari ilmu karena Allah SWT, dan dalam pencariannya ia menempuh jalan yang lurus.

Imam Syafi’i tidak pernah marah atau emosi dalam berdebat. Ia juga tidak mau berbicara panjang lebar dengan lidah yang tajam dalam berdialog. Karena, yang ia ingingkan adalah mencari kebenaran dalam debat dan dialognya. Bahkan ia pernah mengatakan:

“Aku sama sekali tidak pernah berdiskusi dengan siapa pun dengan target ingin menang, aku ingin sekali ketika berdiskusi dengan siapapun, Allah memperlihatkan kebenaran kepadaku lewat jasanya,”

Kedua, Guru-gurunya.
Imam Syafi’i menimba ilmu fiqih dan hadits dari beberapa orang guru yang tempat tinggal mereka berjauhan, dan dengan metode mereka yang beragam dalam mengajar.

Iamenghimpun sebagian besar pendapat yang ada pada zamannya. Di antara mereka yang paling terkenal ada Sembilan belas orang guru, lima berada di Makkah, enam berada di Madinah, empat berada di Yaman dan empat di Irak.

Semua itu memberikan ilmu yang banyak pada akal Imam Syafi’i. Darinya muncul perpaduan fiqih yang mendalam yang menghimpun berbagai hal yang berbobot, yang menyatu, yang seimbang, dan yang memadukan harmoni.

Darifiqih ini lahir makna-makna yang universial, lalu ia mengemukakannya kepada manusia dalam sebuah penjelasan yang lugas, elok, dan dengan kata-kata yang indah.

Ketiga, Kajian-kajiannya yang khusus dan Pengamalan-pengalamannya.

Imam Syafi’i senang mengembara, dan kesenangan inilah yang membukakan mata batinnya. Hal itu memberinya perasaan melebihi materi serta pengalaman yang diberikan oleh seorang ulama ahli fiqih.

Selama pengembarannya Imam Syafi’i menjalin hubungan dengan beberapa orang guru. Ia belajar kepada para ulama, ia saling memberi dan menerima dengan mereka, ia terus mencari ilmu di mana pun ia bisa mendapatkannya, ia tidak memperdulikan kelelahan yang dirasakannya. Sebab, yang penting baginya ialah isinya bukan kelelahannya.

Itulah faktor-faktor yang menyebabkan Imam Syafi’i menjadi ulama yang sangat berpengaruh pemikiran, pendapat serta keilmuannya.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)