Ilustrasi Bayi
Ilustrasi Bayi

Jakarta, Aktual.com – Kulit bayi memang dikenal lebih sensitif dan mudah terkena iritasi ketimbang orang dewasa. Oleh sebab itu daya serap kulit bayi sangat tinggi dan jika menggunakan minyak atau losion yang tidak sesuai maka akan mudah teriritasi.

Salah satu contoh penyakit kulit yang sering ditemukan adalah ruam kulit. Penyebabnya bisa dari hormon atau biang keringat.

Dokter spesialis anak Citra Amelinda menyebutkan beberapa jenis penyakit kulit yang bisa dialami balita serta cara-cara penangannya.

Dermatitis atopik

Ciri-cirinya yaitu adanya ruam merah bulat simetris di pipi yang terasa gatal dan bertekstur kasar. Kemunculan iritasi ini biasanya pada balita umur 2-3 bulan. Penyebabnya bisa karena alergi atau riwayat dari keluarga.

“Jangan khawatir, seiring bertambah usia, kulit anak semakin kuat jadi tidak terlalu rentan,” kata Citra dalam webinar kesehatan, Kamis.

Jika anak mengalami ini, bawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Biang keringat

Iritasi ini terjadi akibat menumpuknya sel kulit mati di kelenjar keringat. Umumnya, biang keringat terjadi pada anak usia sebulan yang belum banyak bergerak.

Biang keringat bisa terjadi pada anak usia enam bulan. Di Indonesia, balita rentan terjangkit biang keringat karena kelembapan yang tinggi.

Biang keringat banyak ditemui di daerah lipatan kulit seperti leher, ketiak, punggung dan bagian kulit yang tertutup baju. Pencegahannya adalah cegah bayi agar tidak kepanasan. Sebaiknya, tidak menggunakan salep agar pori-pori tidak tertutup.

Neonatal acne

Ini adalah jerawat yang muncul di bayi saat baru lahir, umumnya ada di 30 hari pertama kehidupan, kemudian akan menghilang sendiri. Biasanya jerawat ini muncul di dahi, hidung dan pipi. Neonatal acne muncul karena hormon androhen yang berlebihan. Tanpa diobati, ini akan sembuh sendiri.

Milia

Bintik putih dan kuning di wajah bayi. Umumnya muncul di hidung, tetapi bisa juga menyebar ke bagian lain. 40-50 persen bayi mengalaminya, tapi milia akan sembuh seiring berjalannya waktu.

Ruam popok

Jenis iritasi ini bisa diantisipasi oleh orangtua. Ruam popok muncul pada usia 2-4 pekan, lalu perlahan menghilang. Iritasi ini biasa disebut dermatitis dan akan hilang sendirinya kecuali jika tumbuh bakteri atau jamur. Ruam popok disebabkan area kulit di sekitar popok basah, sehingga “benteng” kulit mudah iritasi dan terinfeksi dalam 48-72 jam.

Craddle Cap

Iritasi ini muncul akibat produksi minyak di kepala berlebihan sehingga kulit mati masih menempel. Mirip seperti ketombe tetapi keras, bersisik tebal, dan menempel di tempurung kepala. Kerak ini akan sembuh saat bayi berusia 6-12 bulan. Cara mengatasinya pijat lembut kepala dengan minyak kelapa agar sisiknya berubah jadi halus dan bisa copot, lalu keramas.

Cutis Marmorata

Garis-garis biru seperti jala ikan pada seluruh tubuh bayi. Ini terlihat jelas di usia 2-4 minggu dan perlahan menghilang. Biasanya ini sering dijumpai pada bayi prematur karena kulitnya sangat tipis.

Kaligata (biduran)

Penyebabnya bisa dari alergi makanan, debu, atau cuaca. Ciri-cirinya bentol dan gatal tidak beraturan. Makanan yang bisa menyebabkan biduran bisa meliputi susu sapi, kedelai, telur, seafood, ikan, gandum hingga kacang. Jika ada anggota keluarga yang sering mengalaminya, ada kemungkinan kaligata dapat terjadi pada anak.

(Shavna Dewati Setiawan | ANTARA)

(Aktual Academy)