Jakarta, Aktual.com– Salah satu tindakan yang membuat orang lain senang dan merasa dihargai yaitu ketika kita tersenyum dengan tulus kepadanya. Dengan senyuman, kita akan memberikan energi positif dan memancarkan semangat baru baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah shadaqah,”. Dalam hadits lain Beliau bersabda bahwa senyum merupakan salah satu dari pintu-pintu kebaikan:

إن أبواب الخير لكثيرة: التسبيح والتحميد والتكبير والتهليل ، والأمر بالمعروف ، والنهي عن المنكر ، وتميط الأذى عن الطريق ، وتسمع الأصم ، وتهدي الأعمى ، وتدل المستدل على حاجته ، وتسعى بشدة ساقيك مع اللهفان المستغيث ، وتحمل بشدة ذراعيك مع الضعيف ؛ فهذا كله صدقة منك على نفسك

“Sesungguhnya, pintu-pintu kebaikan itu ada banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah shadaqah.” (HR. Dailami)

Hadits tersebut merupakan sebuah dasar bagi umat Islam untuk selalu tersenyum di hadapan orang lain. Rasulullah SAW, selain memerintah untuk tersenyum, beliau sendiri merupakan pribadi yang selalu tersenyum di hadapan orang lain. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh para sahabat sebagaimana Jarir bin Abdullah al-Bujali Ra, berkata, “Aku tidak pernah menjumpai Rasulullah SAW, kecuali beliau tersenyum.” (HR. Bukhari).

Agus Susanto dalam bukunya yang berjudul Islam Itu Sangat Ilmiah  menjelaskan bahwa Prof. James V. McConnell, seorang psikolog di Universitas Michigan berkata bahwa orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual lebih efektif serta membesarkan anak-anak dengan lebih bahagia. Ada lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerutan di kening. Sebab, senyum itulah yang mendorong semangat dan menjadi alat pengajaran yang jauh lebih efektif daripada hukuman.

Selanjutnya, beliau menjelaskan dua hal yang bermanfaat ketika kita tersenyum yaitu:

Pertama, Untuk Kesehatan.

Aktivitas senyum sama dengan olahraga yang bermanfaat untuk mengurangi infeksi paru-paru, mengurangi sakit jantung, meningkatkan semangat, mengurangi dua hormon dalam tubuh yaitu eniferin dan kortisol, serta menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah dan serotonin yang merupakan hormon pengendali rasa sakit, sehingga senyum bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit dan mengurangi rasa nyeri.

Kedua, Untuk Kecantikan.

Senyum merupakan obat awet muda karena senyum menggerakkan banyak otot wajah, sehungga otot wajah terlatih dan kencang. Senyum terbukti dapat merangsang otot-otot wajah dan memberi kesegaran dan mengurangkan kerut-kerut wajah, kesehatan tubuh dan jiwa dengan melepaskan tenaga emosi yang berpusat dari dalam. Diperlukan lebih banyak otot untuk mengerutkan wajah dibanding memberikan senyuman. Jadi, lebih mudah untuk tersenyum daripada mengerutkan wajah.

Itulah manfaat tersenyum sebagaimana Rasulullah SAW sering melakukannya. Bukan hanya untuk menyenangkan orang lain, tersenyum juga sangat bermanfaat untuk diri kita.

Wallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)