Jakarta, Aktual.com – Ustadz Maaher At Thuwailibi atau Soni Eranata dikabarkan meninggal dunia pada Senin (8/2) malam tadi, ia diduga meninggal dunia akibat menderita sakit TB Usus.

Hal tersebut disimpulkan dari sebuah pernyataan yang diungkapkan sang istri Iqlima Ayu. Sang istri saat itu sempat menuturkan jika suaminya Ustadz Maaher dalam proses pengobatan sakit TB usus, usai menjenguk sang suami di Rutan.

“Ustadz ini lagi masih dalam pengobatan TB usus, jadi harusnya Ustadz kontrol ke rumah sakit, tapi karena lagi begini ya saya kirim obat. Akan dijadwalkan pemeriksaan ke rumah sakit Ustadz dirawat sebelumnya,” ujarnya beberapa waktu lalu usai menjenguk Ustadz Maaher, Selasa (9/2).

Lalu berbahayah kah penyakit TB Usus yang diderita Ustadz Maaher At Thuwailibi yang menyebabkan dirinya meninggal dunia? Berikut rangkumannya.

TB usus atau tuberkulosis usus terjadi akibat adanya gejala-gejala pencernaan, seperti kembung, diare, nyeri perut. Komplikasi TB usus adalah radang selaput perut yang biasa disebut peritonitis TB.

Mengutip dari laman Healthline, Selasa (9/2), TB usus adalah TB yang menyebabkan peradangan pada peritoneum. Ini merupakan lapisan jaringan yang menutupi bagian dalam perut dan sebagian besar organnya.

Ini mempengaruhi 3,5 persen dari orang dengan TB paru dan sebanyak 58 persen dari orang dengan TB perut. Asites dan demam adalah gejala TB usus yang paling umum, asites sendiri juga merupakan penumpukan cairan di perut yang menyebabkan perut bengkak, kembung, dan nyeri.

Adapun gejala dari TB usus adalah:

Mual

Muntah

Nyeri di perut

Kehilangan selera makan

Berat badan turun

Diare

Cara Mengatasi Sakit TB

Cara mengatasi sakit TB bisa melalui pola hidup dan mengonsumsi makanan sehat. Pengidap TB harus makan lebih banyak, tapi tentunya tidak sembarangan makanan yang boleh dimakan.

Pola makan untuk pengidap TB harus dirancang sedemikian rupa untuk memperbanyak asupan kalori (karbohidrat), protein, serta vitamin dan mineral. Pola makan sehat dan seimbang, bukan hanya porsinya yang ditambahkan, terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan TB.

Orang yang sakit TB tidak boleh sampai mengalami kekurangan gizi, terutama protein dan kalori. Kekurangan gizi akan membuat sakit makin parah. Sebab, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mampu melawan infeksi sepenuhnya.

Infeksi TB sendiri dapat membuat pederitanya rentan kekurangan gizi. Kekurangan gizi menyebabkan penurunan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit mempertahankan diri dari virus tuberkulosis. Ditambah lagi, lebih mungkin mengalami kehilangan nafsu makan, sehingga pasien TB umumnya mengalami kehilangan berat badan.

Kekurangan gizi pada pada pasien TB dapat membuat proses penyembuhan berjalan lebih lama, pengobatan tidak efektif, dan tingkat kematian menjadi lebih tinggi dibandingkan pasien TB dengan gizi baik. Panderita juga rentan mengalami TB kambuhan atau infeksi berulang setelah pengobatan apabila tidak cukup makan.

Maka jika sedang mengidap atau baru saja sembuh dari tuberkulosis, harus benar-benar memerhatikan kebutuhan gizi tubuh. Pengidap TB harus makan lebih banyak makanan yang bergizi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Protein serta karbohidrat merupakan zat gizi yang banyak dibutuhkan oleh pasien TB. Selain itu, pasien TB juga membutuhkan banyak asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin A, E, B6, C, D, asam folat, zat besi, seng, dan selenium. Asupan gizi yang baik dikombinasikan dengan terapi obat yang tepat dapat mempercepat penyembuhan TB.(RRI)

(Warto'i)