Rektor IPDN Hadi Prabowo ketika sambutan stadium general sesi II dengan mengusung tema “Upaya dan Inovasi Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional” Jatinangor (24/02/2022)

Jakarta, Aktual.com – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menggelar kegiatan stadium general sesi II dengan mengusung tema “Upaya dan Inovasi Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, hal ini dilakukan guna memberikan atensi kepada pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

Rektor IPDN Hadi Prabowo mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan insight baru terkait upaya-upaya pemulihan ekonomi dan bagaimana antisipasi serta inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam menyikapinya.

“Semoga ini dapat menambah insight baru bagi para praja, ASN dan audiens terkait potensi-potensi daerah dari ke-4 Walikota dan Bupati yang akan hadir disini, juga terkait inovasi-inovasi yang dilakukan masing-masing pimpinan daerah didalam mengahadapi pandemi covid-19 serta upaya percepatan pemulihan ekonomi yang dilakukannya”, kata Hadi dalam keteranganya, Kamis (24/2).

Menurut Hadi, ekonomi ini merupakan hal yang penting untuk kemajuan daerah, baik kaitannya terhadap capaian RPJMD maupun kontribusi capaian target RKP maupun RPJMN. Kabar baiknya adalah saat ini capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah sesuai dengan proyeksi pemerintah. Oleh sebab itulah menurutnya, kita harus melakukan usaha-usaha untuk mendorong kemajuan Indonesia.

“Keberhasilan nasional Indonesia dalam pertumbuhan yakni senilai 3,69% dipengaruhi oleh keberhasilan nasional dalam pengendalian penanganan covid 19, tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi didalam penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi serta kebijakan stimulus dari pemerintah juga sinergitas beberapa otoritas didalam pemantapan stabilitas dan percepatan pertumbuhan ekonomi”, tuturnya.

Hal inilah yang mendasari Rektor IPDN mengundang pimpinan-pimpinan daerah yang dinilai memiliki prestasi gemilang terutama dengan kaitannya terkait pertumbuhan ekonomi selama pandemi ini diantaranya Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan Bupati Batu Bara, Zahir.

“Makassar dibawah kepemimpinan Pak Mohammad Ramdhan ini, tahun 2021 mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4,65%, kiprahnya membangun Kota Makassar juga dapat dijadikan bahan percontohan untuk kita semua. Sedangkan Solo, Batu Bara dan Gorontalo ditengah pandemi juga masih bisa mempertahankan ekspornya. Kita lihat kemampuan ekspor di Solo mencapai 15,57%, Batu Bara 13,71% dan Gorontalo 10,97%. Ketiga daerah ini memiliki kemampuan yang baik dalam mempertahankan ekspornya ditengah pandemi”, ujar Hadi.

Hadi juga kembali memberikan highlite terkait posisi Indonesia yang saat ini masih menduduki ranking ke-73 dari 193 negara terkait pertumbuhan ekonominya. Sedangkan dari segi daya saing bisnis, Indonesia berada di posisi 37.

“Ada kenaikan ranking dari segi daya saing, tahun 2020 kita berada di urutan ke 40 dari 64 negara, tahun ini ada di posisi 37. Kalau untuk daya saing digital kita ada diurutan ke-53”, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Walikota Solo Gibran secara daring menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemkot dalam rangka meningkatkan pemulihan ekonomi,

“Kota solo terus bergerak membentuk kota tangguh yang berbasis kearifan dan potensi lokal, kebut vaksinasi dan kebut pemulihan ekonomi menjadi prioritas kota Surakarta. Kebut vaksinasi melalui berbagai kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, TNI Polri dan lain sebagainya. Percepatan vaksinasi, pemasifan testing, tracing dan treatment serta pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu membentuk herd imunity yang tentunya akan berdampak kepada pemulihan ekonomi. Pemkot Solo juga menggelontorkan dana bansos dari dana APBD yang dialokasikan untuk penanganan covid. Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan berupa handphone untuk membantu proses pembelajaran online dimasa pandemi. Selain itu pemkot juga meluncurkan UMKM digital dan pembayaran non tunai di 44 pasar tradional dan modern”, terang Gibran.

Tak berbeda dengan Kota Solo, Bupati Batu Bara juga menyampaikan salah satu upaya pemulihan ekonomi daerah yakni dengan membangun dan memfasilitasi UMKM daerah.

“Kami membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu, rumah produksi bersama kluster cabai merah, memfasilitasi pemasaran produk UMKM serta menggandeng BUMDes untuk menjalin kemitraan dengan pelaku koperasi dan UMKM”, ujarnya.

(Arie Saputra)