Banda Aceh, Aktual.co — Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupten Aceh Utara mendesak  Pemerintah Indonesia dan International Organization for Migration (IOM), untuk membuat rumah hunian sementara kepada imigran, di Kabupaten Aceh Utara.
Sekretaris IPSM Aceh Utara Muktaruddin menyebutkan rumah hunian sementara untuk imigran perlu dibangun di Aceh Utara mengingat kawasa itu kerap mendarat imigran Myanmar dan Bangladesh.
“Sehingga, begitu mendarat di Aceh Utara langsung ada tempat penampungan sementara, sebelum diambil sikap pemulangan atau sikap lainnya oleh pemerintah Indonesia,” kata dia kepada Aktual.co, Senin (18/5).
IPSM Kabupaten Aceh Utara, sambung Mukhtar, segera menyurati pemerintah pusat terkait desakan tersebut. Sehingga, Indonesia dicap sebagai negara yang humanis karena memperlakukan imigran dengan baik.
Seperti diketahui 321imigran gelap asal Myanmar kin sudah berada  ditempat penampungan sementara di TPI Kuala Cangkoi kecamatan Aceh Utara, sedangkan sisanya 238 imigran asal Bangladesh sudah dipindahlan ke bekas kantor imigrasi di Desa Ule Blang Mane kecamatan Blang Mangat Lhokseumawe Lhokseumawe. Mereka terdampar di perairan Seunuddon Aceh Utara 10 Mei 2015.

Artikel ini ditulis oleh: