Jakarta, aktual.com – Irak mengisyaratkan kemungkinan bergabung dengan Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel, menyusul serangan drone AS yang dinilai sebagai agresi tanpa dasar serta pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara tersebut.
Serangan tersebut menargetkan markas Popular Mobilization Units (PMU) Irak dan mengakibatkan 15 orang tewas. Peristiwa ini langsung direspons oleh Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani dengan menggelar rapat darurat Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional.
Dalam pernyataannya, juru bicara panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam atas serangan tersebut.
“Kami telah memutuskan untuk menanggapi serangan yang dilakukan oleh pesawat tempur dan drone AS yang menargetkan markas dan formasi Unit Mobilisasi Rakyat, sesuai dengan prinsip hak membela diri.”
“Kami telah memutuskan untuk mengejar mereka yang terlibat dalam serangan terhadap lembaga keamanan dan misi diplomatik.”
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Irak telah melayangkan pengaduan resmi kepada Dewan Keamanan PBB serta memanggil diplomat Amerika Serikat di Baghdad.
Sejumlah tokoh senior Irak juga menyuarakan kemarahan atas eskalasi kekerasan yang dinilai menyasar kepentingan kawasan, termasuk Republik Islam Iran.
Sementara itu, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerukan persatuan negara-negara Muslim untuk menghadapi Amerika Serikat. Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan Iran berada pada posisi sebagai pelindung negara-negara Arab, berbeda dengan AS dan Israel yang dinilai hanya memanfaatkan kawasan tersebut.
“Apa manfaat yang telah diberikan pangkalan-pangkalan AS kepada Anda? Jika Israel menyerang Anda, akankah Amerika menembakkan satu peluru pun untuk membela Anda?” tanya IRGC.
Lebih lanjut, Iran mengimbau negara-negara di kawasan untuk mengurangi ketergantungan pada kekuatan eksternal dan kembali pada prinsip-prinsip Al-Qur’an, serta mendorong pembentukan sistem keamanan kolektif tanpa keterlibatan AS maupun Israel.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















