Gambar ilustrasi ranjau laut Iran yang siap disebar di Selat Hormuz jika Israel atau AS kembali menyerang Iran - foto X

Teheran, Aktual.comIran menegaskan kesiapannya menghadapi konvoi militer Amerika Serikat yang direncanakan mengawal kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Mohammad Naini pada Sabtu (7/3) menyatakan bahwa negaranya tidak gentar menghadapi rencana pengerahan armada laut AS untuk mengawal kapal komersial yang melintasi selat tersebut.

“Iran sangat menyambut kemungkinan pasukan AS mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Kami menunggu kehadiran mereka,” kata Naini, seperti dikutip media penyiaran Iran, Minggu (8/3/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dan Timur Tengah, serta kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global. Sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia diketahui melewati jalur strategis tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan pengerahan angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangkaian serangan antara Iran, AS, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Pada 28 Februari, AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.

Sebagai respons, Iran disebut melakukan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia. Jalur ini menyumbang sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk petroleum, serta gas alam cair, sehingga setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi