Jakarta, aktual.com – Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar melakukan kunjungan ke Somaliland setelah negaranya secara resmi mengakui kemerdekaan wilayah tersebut. Kunjungan itu langsung memicu kontroversi di tingkat regional dan internasional, di tengah tekad Tel Aviv memperdalam hubungan bilateral.
Mengutip BBC, Rabu (7/1/2026), Israel berkomitmen memajukan kerja sama dengan Somaliland. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menyambut kunjungan Saar dan menyebutnya sebagai sebuah “hari besar”.
Israel tercatat sebagai negara pertama yang mengakui Somaliland, wilayah yang memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia lebih dari tiga dekade lalu. Namun, Somalia tetap memandang Somaliland sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatannya dan mengecam kunjungan Saar sebagai “campur tangan yang tidak dapat diterima”.
Melalui akun X resminya, Saar menyatakan pertemuannya dengan Abdullahi membahas cakupan relasi kedua pihak.
“Keseluruhan hubungan kita,” kata Saar.
Ia juga merespons kritik atas pengakuan Israel terhadap Somaliland dengan menegaskan keputusan tersebut tidak ditujukan untuk menentang pihak mana pun.
“Hanya Israel yang akan menentukan sendiri siapa yang diakuinya,” ujar Saar.
Dalam pernyataan resmi kantor kepresidenan Somaliland, Abdullahi menyebut pengakuan Israel sebagai keputusan berani dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama demi kepentingan strategis bersama.
Saar menambahkan bahwa Abdullahi telah menerima undangan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berkunjung ke Israel. Namun, kantor Presiden Somaliland belum mengonfirmasi undangan tersebut.
Sebelumnya, pengakuan Israel atas Somaliland pada bulan lalu mengejutkan banyak pihak dan memicu kecaman luas, termasuk dari China, Turki, dan Uni Afrika. Uni Eropa juga menegaskan bahwa kedaulatan Somalia harus tetap dihormati, sementara isu ini mendorong digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















