Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta dukungan dari negara P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Rusia dan Tiongkok), untuk membentuk kesepakatan dengan Iran, terkait dengan program nuklirnya.

Hal ini dilakukan Netanyahu, karena ketakutannya terhadap negara teluk itu, jika Iran terus memperkaya uranium sebagai bahan pembuatan senjata nuklir.

“Saya meminta negara P5+1 untuk membentuk sebuah kesepakatan yang membatasi Iran untuk menghancurkan Israel, menyerang negara tetangga dan mendapatkan dukungan untuk aksi terorisme di seluruh dunia,” ujar Netanyahu ketika tiba di Israel, dikutip dari AFP, Rabu (4/3).

Pemimpin Israel tersebut juga menyatakan, mendapat dukungan dari partai Republik dan Demokrat Amerika Serikat. “Mereka mengerti bahwa tawaran dari saya adalah kesepakatan yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar dia.

Namun, dalam pidatonya di hadapan Kongres AS, Selasa (3/3) waktu setempat, Netanyahu, justru memperlihatkan sikap yang tidak memberikan solusi terhadap nuklir Iran, dengan mengatakan “kita lebih baik beranjak” tanpa kesepakatan buruk dengan Iran.

Dengan pernyataan itu terucap dari Netanyahu, maka Presiden AS, Barack Obama, marah kepada Netanyahu karena ikut dan menyampaikan pendapat pada sesi gabungan Kongres AS, di mana dia menyatakan Israel khawatir akan kesepakatan internasional atas program nuklir Iran.

Dalam Kongres tersebut, Netanyahu juga menyatakan kesepakatan nuklir yang telah disusun AS membantu Iran menjadi negara bersenjata nuklir.

Karena hal itu, Presiden Obama menolak untuk bertemu Netanyahu dalam kunjungan PM Israel selama 48 jam di Washington.

Pidato Netanyahu ini dinyatakan empat minggu sebelum tercapainya target kesepakatan kerangka kerja nuklir Iran pada 31 Maret dan dua minggu sebelum pemilihan umum, 17 Maret, di mana Netanyahu berharap dapat merebut tampuk kekuasaan tiga kali berturut-turut.

Israel meyakini Iran dan negara-negara dalam P5+1 akan mencapai kesepakatan untuk mengurangi sanksi internasional terhadap Iran tanpa adanya kepastian Teheran berhenti mengembangkan senjata nuklir.

Artikel ini ditulis oleh: