Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri.
Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri.

Moskow, aktual.com – Israel memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka dapat melancarkan serangan sendiri terhadap Iran terkait ancaman rudal balistik, demikian laporan harian The Jerusalem Post mengutip pejabat pertahanan Israel.

“Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip The Jerusalem Post, Minggu (8/2).

Menurut laporan itu, para pejabat Israel menyampaikan kepada mitra mereka di AS bahwa program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran merupakan ancaman eksistensial bagi otoritas tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, niat Israel untuk menggagalkan rencana pengembangan rudal Iran telah disampaikan kepada militer AS melalui berbagai jalur, demikian laporan tersebut.

Militer Israel disebut telah menyiapkan rencana operasional, termasuk opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas produksi utama Iran.

Pada Jumat, perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman digelar di Muscat setelah sempat terhenti selama beberapa bulan.

Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “armada besar” sedang menuju Iran. Ia menambahkan harapannya agar Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya “adil dan seimbang”.

Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan jauh lebih buruk dibandingkan serangan sebelumnya.

Iran membantah adanya dimensi militer dalam program nuklirnya.

Pada Juni, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa lembaganya belum melihat bukti konkret bahwa Iran memiliki program senjata nuklir yang aktif.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain