Jakarta, Aktual.co — Indonesia Traffic Watch (ITW) mengkritik proyek pembangunan Pemerintah Provinsi Jakarta terkait jalan. Sementara permasalahan utamanya adalah karena jumlah kendaraan bermotor yang tidak dapat dikontrol hingga sesuai dengan daya tampung dan kualitas jalan yang sudah ada.
“Permasalahan lalu lintas di Jakarta tidak akan selesai jika dijawab hanya dengan membangun ruas jalan yang baru,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan,Kamis (7/5).
Ditambah lagi transportasi angkutan umum yang belum memadai dan terintegrasi ke seluruh penjuru ibukota. Penyebab utama kemacetan karena jumlah kendaraan yang sudah jauh dari kemampuan daya tampung ruas jalan, ditambah lagi transportasi angkutan umum yang belum memenuhi harapan.
“Tetapi kita belum melihat ada niat pemerintah untuk mengendalikan jumlah kendaraan dengan melakukan moratorium,”ujar Edison.
Dikatakan, sejatinya UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan mengamanatkan bahwa lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peran strategis pada semua aktivitas termasuk pembangunan dan perekonomian serta menjaga integrasi nasional.
Bahkan, lalu lintas adalah urat nadi kehidupan manusia, cermin budaya dan potret modrenitas sebuah bangsa.
Justru bahkan mengundang kecurigaan ada apa dibalik “ngototnya” pembangunan jalan yang menelan biaya sangat besar. Padahal, Ibukota Jakarta sudah memiliki ruas jalan yang memadai.
“Mengendalikan jumlah kendaraan, selain tidak membutuhkan dana besar, juga tidak merusak lingkungan dan menimbulkan permasalahan baru bagi masyarakat karena terkena gusuran,” demikian Edison.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid












