Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA, menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama dengan PT AI Indonesia sejalan dengan tanggung jawab IWAPI sebagai organisasi perempuan pengusaha berskala nasional.
“Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51, kami menyampaikan apresiasi kepada PT AI Indonesia atas komitmen dan kerja samanya dalam mendukung pengembangan usaha serta peningkatan kapasitas anggota IWAPI di bidang artificial intelligence,” ujar Nita.
Ia menegaskan, jumlah anggota IWAPI yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia merupakan potensi sekaligus tanggung jawab untuk memastikan para anggota mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital yang berlangsung cepat.
“IWAPI hari ini menaungi lebih dari 50.000 perempuan pengusaha di 38 provinsi. Angka ini mencerminkan kekuatan organisasi, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi IWAPI untuk memastikan seluruh anggota dapat tumbuh di tengah transformasi ekonomi digital,” katanya.
Menurut Nita, digitalisasi dan pemanfaatan AI kini telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga dan meningkatkan daya saing UMKM perempuan.
“Kolaborasi dengan PT AI Indonesia merupakan langkah konkret IWAPI dalam mewujudkan visi organisasi, yakni memberdayakan perempuan pengusaha agar tangguh, mandiri, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata, terutama bagi anggota IWAPI di daerah.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus diperluas dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh anggota IWAPI di berbagai wilayah,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang IT dan Digitalisasi, Rachmawati Dzaelani, menilai tantangan UMKM ke depan tidak hanya berkaitan dengan akses pasar, tetapi juga kemampuan mengelola usaha secara efisien melalui pemanfaatan teknologi.
“Ke depan, tantangan UMKM tidak hanya soal pemasaran dan akses pasar, tetapi juga kapasitas digital, efisiensi usaha, serta kemampuan memanfaatkan teknologi cerdas,” ujar Rachmawati.
Ia menjelaskan, AI membuka peluang besar bagi pengusaha perempuan untuk memperbaiki berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
“AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, serta pengambilan keputusan yang lebih berbasis data,” katanya.
Ke depan, IWAPI dan PT AI Indonesia berencana mengembangkan sejumlah program seperti pelatihan, pendampingan, serta penyusunan strategi pemanfaatan AI yang aplikatif dan sesuai kebutuhan UMKM perempuan di berbagai sektor. Program tersebut akan diakses anggota IWAPI di seluruh Indonesia melalui pelatihan tatap muka maupun platform digital.
Kolaborasi ini sekaligus sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong transformasi digital UMKM dan memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi. Dengan dukungan artificial intelligence yang tepat guna, UMKM perempuan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas daya saing, baik di pasar domestik maupun global.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano
















