Yudi Latif
Yudi Latif

Saudaraku, sebuah negara yang dirundung banyak hutang, defisit neraca perdagangan, kesenjangan lebar dalam kekayaan, nilai dan politik, konflik dan perubahan besar, polarisasi dan fragmentasi, pertanda negara tersebut memasuki era kemunduran yg membuka jalan bagi kelahiran tatanan baru (new order)

Jika suatu negara yang menghendaki kebangkitan, diperlukan suatu kepemimpinan baru yang kuat dan cakap dengan menawarkan sistem alternatif yang ekselen.

Berdasarkan pengalaman kebangkitan negara maju, sistem ekselen itu meliputi dan dimulai dari pendidikan yang kuat. Bukan hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, tapi juga karakter yang kuat, keadaban, etika kerja; yang dikembangkan di lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitas agama.

Pendidikan baik akan menciptakan penghormatan yang sehat terhadap hukum dan peraturan, ketertiban dalam masyarakat, yang mengarah pada rendahnya tingkat korupsi, kesediaan bekerjasama antar keragaman warga untuk meningkatkan produktivitas.

Suasana demikian dapat mendorong perubahan dari usaha menghasilkan produk dasar menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi baru. Terbuka pada pemikiran terbaik yang berkembang di dunia, agar bisa belajar cara terbaik mengerjakan sesuatu oleh para pekerja, pemerintah dan militer yang bekerja scr berkelindan dengan semangat inovatif.

Hasilnya, suatu negara jadi lebih produktif, lebih kompetitif di pasar dunia, terlihat dari peningkatan bagiannya dalam perdagangan internasional, dan demi menjaga kepentingan pergangannya, negara tersebut juga membangun kekuatan militer.

Terciptalah pertumbuhan income yang kuat, yang dapat membiayai investasi dalam infrastruktur, pendidikan, riset dan pengembangan. Untuk melipatgandakan kemakmuran, perlu diberikan insentif dan pemberdayaan bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk membuat dan mendapatkan kemakmuran. Dikembangkanlah pasar modal yang memungkinkan orang-orang bisa mongkonversi tabungannya menjadi investasi untuk mendanai inovasi dan pengembangan. Dgn demikian suatu negara bisa berkembang menjadi pusat finansial dunia, dengan reserve currency yang kuat.

Itulah jalan kebangkitan yang dilalui negara-negara paling powerful di dunia.

 

Belajar Merunduk, Yudi Latif

(As'ad Syamsul Abidin)