Ilustrasi-Pemudik

Jakarta, Aktual.com – PT Jasamarga Related Business (JMRB) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola Rest Area Travoy mengimbau para pengguna jalan untuk menuju rest area selanjutnya atau mencari tempat istirahat alternatif di jalur arteri jika terjadi kepadatan di rest area.

“Kami mengimbau dan memohon kerja sama dari para pengguna jalan untuk menuju tempat istirahat alternatif, jika rest area tengah menerapkan sistem rekayasa buka/tutup,” ujar General Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasional PT JMRB Meta Herlina Puspitaningtyas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/5).

Meta menambahkan bahwa imbauan tersebut sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yang menyarankan pemudik agar tidak memaksakan diri untuk menggunakan rest area di jalan tol jika sudah penuh, serta berhenti di bahu jalan.

Terdapat beberapa tempat istirahat atau SPBU alternatif di jalur arteri yang lokasinya dekat dengan gerbang tol sehingga dapat dituju pengguna jika terjadi kepadatan di rest area jalan tol, antara lain Tempat istirahat & SPBU alternatif Rest Area Travoy 207 A Palikanci yang berlokasi sekitar 1 Km dari exit Gerbang Tol Ciperna Timur.

SPBU alternatif Rest Area Travoy 389 B Batang-Semarang berlokasi sekitar 1 Km dari exit Gerbang Tol Weleri. Kemudian SPBU alternatif Rest Area Travoy 519 A Solo-Ngawi berlokasi sekitar 1,5 Km dari exit Gerbang Tol Sragen.

Lalu SPBU alternatif Rest Area Travoy 519 B Solo-Ngawi berlokasi sekitar 1 Km dari exit Gerbang Tol Karanganyar, Tempat istirahat & SPBU alternatif Rest Area Travoy 538 A dan 575 B Solo-Ngawi yang berlokasi 3 Km dari exit Gerbang Tol Sragen Timur/Mantingan.

Kemudian Tempat istirahat alternatif Rest Area Travoy 575 A Solo-Ngawi berlokasi 500 M dari exit Gerbang Tol Ngawi dan SPBU alternatif berjarak 2 Km. Dan SPBU alternatif Rest Area Travoy 725 A Surabaya-Mojokerto berlokasi 1 Km dari exit Gerbang Tol Krian.

PT JMRB sebagai pengelola rest area telah berupaya memberikan alternatif bagi para pengguna jalan yang hendak beristirahat atau pun membutuhkan BBM. Adapun tarif jalan tol dari Surabaya (GT Warugunung) hingga Cikampek (GT Cikampek Utama) menggunakan sistem tertutup, sehingga pengguna jalan akan membayar tarif tol sesuai jarak tempuh.

(Arie Saputra)