Jakarta, Aktual.co — PT Jasa Marga Tbk optimistis mampu menyelesaikan pekerjaan proyek Tol Solo-Ngawi-Kertosono dalam waktu maksimal 2,5 tahun dari saat ini.
“Kami optimistis, mampu 2,5 tahun karena pengadaan lahan tinggal sekian persen,” kata Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman di Ngawi, Jawa Timur, Kamis (30/4).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat acara itu menargetkan agar penyelesaian proyek ruas tol itu maksimal dalam 2,5 tahun dari saat pencanangan itu.
Bahkan, Kepala Negara saat itu menyebut, ruas tol tersebut seharusnya sudah selesai tiga tahun lalu, tetapi karena berbagai alasan memang belum bisa diselesaikan.
Adityawarman melanjutkan, pengadaan tanah pada Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi telah mencapai 91,57 persen dan diharapkan selesai pada tahun ini.
Kemudian, untuk Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono pengadaan tanah telah mencapai 68,70 persen dan diharapkan dapat selesai pada akhir 2016.
Artinya, jika secara simultan proses kontruksi dan pembebasan berjalan, maka proyek itu bisa diselesaikan sesuai target maksimal 2,5 tahun atau pada 2017.
“Syaratnya dukungan pihak terkait harus total. Gubernur hingga bupati walikota harus turun, khususnya di Jatim yang memang agak sulit,” katanya.
Jalan Tol Solo- Ngawi- Kertosono sepanjang 177,12 km terdiri dari dua ruas tol yakni, Jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,10 km dan Jalan Tol Ngawi- Kertosono sepanjang 87,02 km. Kedua ruas ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp8,97 triliun.
Pemegang saham kedua ruas itu sebelumnya dimiliki PT Thies Contractors Indonesia (investor dari Australia) dan PT Ferino Putra.
Pada April tahun ini, kedua ruas itu diambil alih oleh PT Jasa Marga Tbk sebesar 60 persen dan PT Waskita Karya Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya, sebesar 40 persen.
Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang mempunyai peranan penting dalam menjalankan roda perekonomian yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















