Denpasar, Aktual.co — Selain sebagai ajang silaturahmi, event 21th Junior Chamber International (JCI) Asia Pacific Senate Golf Tournament di Jakarta pada 21-25 Maret 2015 juga dimanfaatkan oleh JCI Indonesia untuk mempromosikan potensi investasi dan kerja sama di bidang bisnis antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha se-Asia Pacific.
National President JCI, Ida Bagus Agung Gunarthawa mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Board of Director (pengurus) JCI Dunia dan kurang lebih 400 delegasi dari 21 negara se-Asia Pasifik. Ia menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk menegaskan komitmen sekaligus posisi JCI sebagai poros bersatunya tiga pilar yaitu pemerintah, bisnis dan masyarakat.
“Acara ini sekaligus untuk memperkuat komitmen pemuda untuk mewujudkan perubahan positif di kawasan Asia Pacific,” ujar Gunartawa di Denpasar, Senin (30/3).
Pengusaha muda Bali ini mengatakan, acara pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan RI Luhut Panjaitan beserta jajarannya. Kehadiran Luhut pada kesempatan itu karena kegiatan tersebut menjadi rangkaian awal kegiatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang puncaknya akan dilaksanakan pada bulan April mendatang di Bandung dan Jakarta.
Menurut dia, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini menjadi sangat bermakna karena sekaligus menjadi salah satu momentum perayaan 100th Anniversary JCI yang lahir tahun 1915 di Saint Louis USA.
Sebagaimana diketahui JCI merupakan organisasi kepemudaan yang beranggotakan professional dan wirausahawan dunia yang berusia 18-40 tahun, dimana memiliki jaringan di 127 negara dan tersebar di 8.000 cabang di seluruh dunia. JCI sebagai organisasi yang berafiliasi secara langsung dengan PBB dan memiliki kerjasama aktif dengan organisasi international lainnya seperti UNICEF, WHO, ICC, dan lainnya.
“JCI telah melahirkan sederetan tokoh dunia diantaranya, Kofie Anan (mantan Sekjend PBB), Bill Clinton, John f Kennedy (mantan president AS), Jacques Sirac (mantan Presiden Prancis), Taro Aso, Keiso Obuchi (mantan PM Jepang), Larry Holmes, dan Presiden Jokowi juga adalah merupakan salah satu pendiri JCI di Indonesia,” pungkas Gunartawa.
Artikel ini ditulis oleh:














