Makasar, Aktual.co — Sejumlah elemen gerakan mahasiswa dan pemuda di Makassar yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (AMPERA), mengajak akademisi dari berbagai kampus untuk menyatukan persepsi dan masukan terkait dengan rencana aksi 20 Mei.
Sejumlah tokoh kampus yang juga mantan aktifis era 80-90an  hadir dalam diskusi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Makassar, diantaranya Aswar Hasan, akademisi yang juga dosen komunikasi dan Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Arqam Azikin, akademisi dan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Nursyamsiah MPdI dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar.
Koordinator pelaksana kegiatan M Tasrif mengatakan, kegiatan diskusi yang mengajak perwakilan elemen gerakan di kota Makassar dan para akademisi itu bertujuan untuk membangun soliditas dan kesamaan pandangan terhadap rencana aksi besar-besaran mengkritisi rezim Jokowi-JK pada momentum 20 Mei nanti.
“Ini merupakan bentuk ajakan kami kepada kampus-kampus dan para akademisi untuk bersatu padu dan menyamakan persepsi terkait dengan kepemimpinan rezim Jokowi-JK yang tidak pro rakyat lagi,” ujarnya, Sabtu (9/5).
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Arqam Azikin mengatakan, yang menjadi permasalahan gerakan mahasiswa saat ini adalah masih adanya sekat-sekat yang terbangun di antara elemen gerakan, karena simbol dan pengaruh dari luar yang mencoba melakukan penggembosan, politik pecah belah bagi gerakan mahasiswa.
“Sudah saatnya para elemen gerakan bersatu padu, sering bertemu dan sharing untuk menyatukan visi, misi dan taktik dalam melakukan gerakan. Khususnya mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi-JK,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu