Teheran, aktual.com – Hasil perundingan nuklir yang akan datang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan sulit diprediksi, menurut seorang sumber Iran kepada RIA Novosti, Jumat (6/2).
Sumber itu menyebut “kerumitan situasi dan tindakan AS” adalah penyebab sulitnya memperkirakan hasil dialog dengan Iran tersebut.
“Kurangnya kepercayaan terhadap pihak AS adalah tantangan utama (perundingan), khususnya setelah langkah militer agresif yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran dalam pembicaraan sebelumnya di Muscat,” kata sumber tersebut.
Menurut sumber, langkah agresif tersebut dinilai telah memperdalam jurang ketidakpercayaan dan secara signifikan meningkatkan tingkat kehati-hatian Iran.
Pada Jumat, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan menggelar perundingan mengenai isu nuklir di Oman.
Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju Iran. Ia menambahkan harapannya agar Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang adil dan setara, termasuk komitmen untuk sepenuhnya meninggalkan senjata nuklir.
Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















