Jakarta, Aktual.co — Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan, sampai saat ini belum ada peningkatan pengamanan di Pulau Nusakambangan menjelang pelaksanaan eksekusi terpidana mati gelombang ke II.
“Belum, belum ada. Persiapan masih jauh,” kata Kapolres di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (17/2).
Dia pun memastikan tak melakukan razia di Nusakambangan dan perairan sekitarnya pada Senin (16/2) malam hingga Selasa dini hari.
Bahkan, kata dia, tidak ada pengerahan puluhan personel Polres Cilacap ke Pulau Nusakambangan pada Senin (16/2) malam maupun pengamanan di perairan.
Menurut dia, keberadaan dua truk Dalmas Polres Cilacap di Nusakambangan bukan untuk membawa personel polisi melainkan untuk mengangkut material.
“Truknya saja yang di sana untuk bawa material,” tegasnya.
Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, sebanyak dua truk Dalmas, satu mobil Elf, dan satu mobil Avanza tampak keluar dari Kapal Pengayoman IV milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang menyeberangkan mobil-mobil itu dari Pulau Nusakambangan pada pukul 02.15 WIB.
Kendati demikian, dua truk Dalmas itu tidak mengangkut personel Polres Cilacap. Informasi dari sumber di Nusakambangan, personel Polres Cilacap menyeberang dari Pulau Nusakambangan menggunakan perahu dan mendarat di Dermaga Satuan Polisi Air.
“Mereka tadi malam baru melakukan ‘sweeping’ di Lembaga Pemasyarakatan Kembang Kuning dan Pasir Putih,” katanya.
Terkait keberadaan personel TNI di Pulau Nusakambangan, sumber itu mengatakan bahwa hal itu terkait latihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Bahkan, dari pantauan di lokasi, sebuah helikopter TNI yang diduga untuk keperluan latihan Koppasus tampak beberapa kali melintas di atas Dermaga Wijayapura pada Selasa siang.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















