NTT, aktual.com – Menjelang hari raya Paskah dan bulan suci Ramadhan 2021, sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional di NTT mulai mengalami kenaikan. Tren kenaikan harga bahan kebutuhan pokok ini terjadi setiap tahun.

Naiknya harga komoditas kebutuhan bahan pokok ini telah berlangsung sejak akhir Maret lalu. Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih dalam jangkauan nilai beli masyarakat yakni, 4-10 persen dari harga normal.

Hal ini juga disebabkan tingginya akan permintaan pasar dan keterbatasan stok barang akibat cuaca ekstrim melanda sejumlah wilayah pesisir di NTT sehingga mengalami distribusi panjang Pada saat menjelang hari raya Paskah dan bulan suci Ramadhan.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga 4-10 persen ini antara lain, tomat cery Rp 15.000 per kilogram, lombok kecil Rp 50.000 per kilogram, lombok kriting Rp 50.000 per kilogram, bawang putih Rp 30.000 per kilogram, bawang merah Rp 30.000 per kilogram, bawang bombay Rp 35.000 per kilogram, tomat besar Rp 15.000 per kilogram, Gula merah tempurung Rp 10.000 perbuah, dan kentang Rp 20.000 perkilo serta minyak goreng sedang Rp 13.000 per botol.

Selain meningkatnya permintaan, adanya kartel bahan pokok juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga. Kartel adalah kerja sama para produsen independen untuk menguasai pasar dan menekan distribusi.

Tujuan dari kartel yaitu agar produsen memperoleh kekuatan pasar sehingga dapat mengatur harga dengan melakukan pembatasan ketersediaan produk di pasar. Ketersediaan produk yang terbatas dapat menyebabkan kelangkaan, sehingga produsen dapat menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Mereka biasanya meraup hasil petani dalam jumlah besar kemudian ditimbun dan disimpan sampai persediaan  pasar menipis. Setelah itu mereka akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Perbuatan ini mengganggu kestabilan harga di pasaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Tatap Redaksi