Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melakukan tanya jawab dengan media usai meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Pusdiklat Kemensos, Jakarta Selatan pada Kamis pagi (20/3/2025). (ANTARA/Hana Kinarina)

Jakarta, Aktual.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyiapkan bantuan sosial adaptif kebencanaan menjelang Ramadan bagi keluarga terdampak bencana di Sumatera dan wilayah lain di Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.

“Kami sudah berkoordinasi untuk menyiapkan bansos adaptif kebencanaan, tidak hanya untuk Sumatera tetapi juga wilayah lain yang membutuhkan, terutama menjelang Ramadan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).

Bantuan yang disiapkan mencakup isian rumah senilai Rp3 juta per keluarga serta bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan pemenuhan kebutuhan pangan harian selama tiga bulan.

Gus Ipul menyebut bantuan pangan tersebut diberikan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan lauk-pauk selama masa adaptasi. “Jika dihitung, nilainya sekitar Rp450 ribu per orang per bulan dan diberikan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang disatukan sekitar Rp2,3 juta,” lanjutnya.

Penetapan penerima bansos adaptif, kata Gus Ipul, dilakukan berdasarkan usulan kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur. Nama-nama penerima tersebut ditetapkan melalui mekanisme daerah dan disalurkan setelah data dinyatakan bersih dan jelas.

“Setelah datanya jelas, barulah kami salurkan kepada keluarga-keluarga terdampak, baik di Sumatera maupun di daerah lain,” tegas Gus Ipul.

Selain bansos adaptif kebencanaan, Kemensos juga menyiapkan bansos atensi atau asistensi rehabilitasi sosial. Skema ini diperuntukkan bagi keluarga yang membutuhkan bantuan cepat pada tahap awal pemulihan sosial.

Hingga kini, usulan penerima bansos adaptif telah masuk dari sejumlah wilayah, termasuk Aceh dan beberapa daerah di Sumatera. Pemerintah memastikan data dari daerah lain yang terdampak banjir, tanah bergerak, maupun bencana alam lainnya terus diperbarui.

Ia menambahkan bansos adaptif menjadi pelengkap bantuan dari BNPB, terutama bagi warga yang harus menempati hunian sementara atau hunian tetap. Bantuan tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan isian rumah dan pemulihan ekonomi keluarga selama masa penyesuaian tiga bulan pertama.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi