Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, melemah bersamaan dengan jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini.

IHSG dibuka melemah 4,93 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.030,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,36 poin atau 0,14 persen ke posisi 1.003.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah didorong oleh rilis data yang kurang positif di regional khususnya dari China, tensi yang masih tinggi setelah adanya misil Rusia di Polandia, serta melemahnya nilai tukar rupiah,” tulis Tim Riset Panin Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (16/11).

Saat ini investor masih akan mencermati RDG BI pada 16-17 November, di mana BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Sementara itu, pasar saham AS kemarin ditutup menguat. Dow Jones naik 0,17 persen, S&P 500 meningkat 0,87 persen, dan Nasdaq menguat 1,45 persen.

Secara umum, investor merespon positif rilis data producer price index (PPI) yang lebih rendah dari estimasi, hanya meningkat 0,2 persen (mom) untuk periode Oktober 2022, di bawah estimasi sebesar 0,4 persen (mom).

Secara tahunan, PPI mengalami penurunan ke level 8 persen dibandingkan bulan sebelumnya 8,4 persen. Hal itu mengurangi kekhawatiran terkait dengan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dari Eropa, pasar saham kemarin ditutup bervariasi. DAX naik 0,46 persen, FTSE turun 0,21 persen, dan STOXX600 menguat 0,37 persen.

Rilis data tercatat positif di mana sentimen ekonomi mengalami perbaikan ke -36,7 untuk periode November 2022 dibandingkan Oktober 2022 -59,2 yang juga lebih baik dari ekspektasi yang sebesar -50.

Namun investor patut mencermati bahwa tingkat pengangguran di Inggris meningkat ke level 3,6 persen untuk periode tiga bulan hingga September, setelah sebelumnya mencatatkan di level terendah dalam lima tahun untuk periode Juni dan Agustus di level 3,5 persen.

Investor juga masih akan mencermati rencana restrukturisasi Credit Suisse, yang berencana untuk mengakselerasi penjualan produk sekuritisasi (SPG) ke Apollo Global Management. Hal itu diharapkan dapat mengurangi eksposur SPG menjadi 20 miliar dolar AS dari sebelumnya 75 miliar dolar AS.

Di sisi lain, tensi masih tinggi di Eropa, setelah misil Rusia menewaskan dua orang di Polandia.

Dari Asia, rilis data industrial production di China hanya naik meningkat 5 persen (yoy) untuk periode Oktober 2022 dibandingkan bulan sebelumnya 6,3 persen (yoy) dan di bawah estimasi yang memperkirakan kenaikan 5,2 persen (yoy).

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 132,83 atau 0,47 persen ke 27.857,34, indeks Hang Seng turun 134,78 atau 0,73 persen ke 18.208,34, indeks Shanghai terkoreksi 1,36 poin atau 0,04 persen ke 3.132,72, dan indeks Straits Times melemah 6,68 poin atau 0,2 persen ke 3.268,6.

(Antara)

(A. Hilmi)