Jakarta, Aktual.co — Gede Ari Astina- demikian nama asli Jerinx,- bersuara lantang menolak reklamasi Teluk Benoa untuk dijadikan kawasan bisnis dan properti.

Bahkan, selama tiga tahun memperjuangkan haknya, sebagai relawan dirinya mengaku, bersama masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa.  Tapi, ia tetap melanjutkan keinginannya melakukan gerakan sosial yakni menolak reklamasi.

“Perjalanan menolak reklamasi di Bali, di Teluk Benoa ini kira-kira sudah sejak 3 tahun lalu kami lakukan. Meskipun kami lelah kami tidak akan pernah berhenti, ” ucap Jerinx, ditemui di acara ‘Laut Luka Blues’, di kantor Antara, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/5) malam.

“Sejauh ini kalau melihat reaksi penguasa dalam menanggapi reklamasi ini terutama di kalangan elit, kami percaya semcam ada pertempuran dan kepentingan. Ada yang setuju dan ada yang tidak dengan reklamasi itu. Status proyek Teluk Benoa masih di hold. Tapi selama kami bernafas akami akan mempertahankan tanah ini, “ katanya lagi.

Disamping itu, penggebuk drum ‘Superman Is Dead (SID)’ menuturkan, sebagai bagian dari masyarakat, dirinya tak berniat untuk tidak mendukung rencana pemerintah melakukan perbaikan khususnya dalam bidang pembangunan.

Lebih lanjut, Jerink menjelaskan, dengan hadirnya reklamasi ini tentunya harus disinerjikan dengan kepentingan masyarakat.

“Kami bukannya tidak mendukung pembangunan. Tapi kawasan yang bukan seharusnya tidak diperuntukan sebagai kawasan reklamasi telah di lakukan oleh pemerintah kita, ” keluhnya.

“Tapi dalam hal ini pemerintah juga harus mendahului dengan kepentingan masyarakat. Karena bagaimanapun Bali harus terus bergerak, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: