Jakarta, Aktual.co — Proyek listrik 35 ribu mega watt (MW) dinilai tidak ramah lingkungan, pasalnya hampir 60 persennya menggunakan batu bara. Hal ini bertolak belakang dengan program investasi hijau (green investment) yang gencar disuarakan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mengakui hal tersebut memang tidak ramah lingkungan. Namun, JK mengatakan perlu menggunakan teknologi yang canggih sehingga bisa meminimalisir dampak lingkungan dari proyek tersebut.
“Memang, tapi harus ultra super kritikal. Suatu sistem yang tidak mengeluarkan asap, ada teknologi yang dipakai,” ujar JK usai mengisi Tropical Landscapes Summit di Jakarta, Senin (27/4).
Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM, Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan Indonesia akan memanfaatkan energi alternatif, seperti Biothermal dan Hydrothermal yang jumlah cadangannya masih besar. Namun, dirinya mengakui terdapat kendala menggunakan energi alternatif tersebut.
“Salah satu kendala memang tarif, dan hal lain seperti bagaimana melakukan kegiatan pengeboran sehingga cadangan sesuai dengan waktu mereka lakukan lelang. Kalau ngga sesuai yang diharapkan, mereka menggunakan tarif yang sudah disetujui,” pungkas Wawan.
Untuk diketahui, investasi hijau merupakan suatu investasi yang menggunakan material dan energi yang ramah lingkungan. Sektor usaha yang masuk dalam kategori investasi hijau menggunakan konsep reduce, reuse, recycle, dan recovery, juga menggunakan teknologi yang bersahabat.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka















