Surabaya, Aktual.co — “Jokowi Boneka Imperialisme” begitulah salah satu spanduk panjang para demonstran yang melakukan aksi di depan gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya.
Beberapa spanduk kecil pun juga turut mengihasi para demonstran seperti “Turunkan Jokowi”, “Jokowi Dusta” dan sebagainya.
Ya, sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabayang yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi(KOMPAK) melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap presiden Jokowi.
Salah satunya adalah tentang kebijakan Jokowi yang selalu menyengsarakan rakyat, mulai dari kembali menaikkan BBM naik yang berakibat naiknya herga sembako dan berujung kesengsaraan rakyat.
“Kebijakan-kebijakan Jokowi membuat masyarakat justru sengsara. Pemerintahan seolah-olah ribut dengan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan rakyat seperti menaikkan BBM dan kemelut politik yang mengakibatkan ketidak stabilan ekonomi bangsa. Bahkan tindak pidana korupsi pun merajalela.” Ujar salah satu korlap, Ali Zulkarnain, Rabu (1/3).
Dengan banyaknya persoalan tersebut, lanjut Ali, mahasiswa berharap Jokowi turun dari jabatan presiden sebelum diturunkan oleh mahasiswa dengan aksi besar-besaran.
Aksi sempat berusaha memblokade jalan Gubernur Suryo, namun dihalang oleh polisi. Mahasiswa pun akhirnya memilih dengan cara longmarch menuju gedung DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos Sudarso, dan kembali melakukan aksi unjuk rasa.
Selama aksi berlangsung, ratusan personel polisi dari Polrestabes Surabaya membentuk pagar betis, dan sebagian mengatur arus lalu lintas yang padat karena imbas aksi para mahasiswa.
Artikel ini ditulis oleh:

















