Jakarta, Aktual.com – Mantan Wagub DKI Prijanto mengaku sudah mengingatkan Joko Widodo saat masih menjadi Gubernur DKI terkait kasus dugaan korupsi Taman BMW yang melibatkan pengembang PT Agung Podomoro Land (APL).

Tutur Prijanto, dirinya membeberkan kasus Taman BMW saat bertemu Jokowi 27 Agustus 2013 di rumah dinas Gubernur DKI di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Kata dia, Jokowi kaget usai dibeberkan soal aroma korupsi di Taman BMW yang bakal didirikan stadion. “Waduh pak Pri, saya sudah terlanjur menandatangani surat susunan panitia pembangunan stadion. Bagaimana pak Pri?” ucap Prijanto menirukan pernyataan Jokowi, kepada Aktual.com, Selasa (12/4). (Baca: Prijanto Merasa Difitnah Ahok, Kasus Taman BMW)

Prijanto menilai pernyataan Jokowi itu mengandung nada penyesalan karena sudah keluarkan Keputusan Panitia Pembangunan stadion.

Di balik keluarnya keputusan itu, Prijanto menduga kuat Jokowi sudah ditelikung Ahok-Sunny Tanuwidjaja dan Podomoro dengan membangun ‘cerita’ lain.

Sebab Prijanto mengaku sudah lebih dulu memberi tahu ke Ahok melalui Sunny mengenai dugaan korupsi di kasus Taman BMW di medio Juli 2013. “Berarti duluan tahu (Sunny dan Ahok) dari pada Gubernur Jokowi yang baru saya lapor di 27 Agustus 2013,” ujar dia.

Sedangkan hubungan antara Ahok, Sunny dan Agung Podomoro lebih akrab dan duluan. “Dibanding pak Jokowi dengan Agung Podomoro,” ujar Prijanto.

Sehingga Prijanto menduga sudah ada kesepakatan tertentu dengan Podomoro, sehingga Ahok bisa mempengaruhi Jokowi bahwa taman BMW sah milik DKI. Yang akhirnya melahirkan keputusan sertifikasi Taman BMW. “Patut diduga Jokowi sudah ‘ditelikung’ Ahok dengan cerita lain,” ucap Prijanto.

()