Himpunan meminta Kementerian Dalam Negeri juga membantu pengembangan usaha dengan memangkas regulasi pungutan di daerah yang dinilai terlalu berat bagi dunia UMK.

“Setiap 1 miliar dolar itu menyerap sekitar 500 ribu tenaga kerja. Artinya ada dua juta nyawa yang bisa kami hidupi hari demi hari,” ujar Soenoto.

Soenoto juga membandingkan Indonesia memiliki lawan di kawasan Asia Tenggara di industri mebel yaitu Vietnam yang mencatatkan nilai ekspor mebel di atas 6 miliar dolar AS.

Menurut Soenoto, dengan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah, HIMKI berharap dapat meningkatkan ekspor produk dan bersaing dengan nilai tambah yang beragam.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan banyak desain dan inovasi yang terjadi di industri mebel.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby