Jakarta, Aktual.co — Masa jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva akan segera berakhir. Hakim konstitusi dari elemen Presiden ini diangkat pada Januari 2010 dan sesuai aturan, jabatannya berakhir pada Januari 2015.
Deputi Perhimpunan untuk Pemilu dan Demokrasi Ferry Junaidi mendorong Presiden Joko Widodo untuk segera mencari pengganti Hamdan Zoelva. Hal ini karena Hamdan berasal dari elemen presiden.
Menurutnya, sisa waktu dua bulan ini harus jadi perhatian serius Jokowi. Pemilihan hakim konstitusi, kata dia, tidak kalah penting dengan pemilihan menteri. Begitu juga dengan Jaksa Agung.
“Presiden harus segera menyusun regulasi dan mekanisme seleksi,” kata Ferry di kantor YLBHI, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/11).
Akan tetapi, kata dia, bila Presiden Jokowi masih menginginkan Hamdan sebagai hakim konstitusi, maka harus melalui seleksi terbuka dan partisipatif. Bukan melalui penunjukan kembali.
Meski demikian, dirinya sadar jika diperpanjang atau tidak Hamdan adalah hak prerogatif presiden.
“Hanya saja dengan standar cukup tinggi ini, presiden harus memiliki regulasi sendiri terkait seleksi,” kata Ferry.
“Sebab DPR sekalipun melaksanakan seleksi terbuka, diikuti MA saat ini yang merupakan perkembangan luar biasa.”
Ferry berharap Jokowi melangsungkan seleksi terbuka dan partisipatif untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Hamdan. 

()