Jakarta, Aktual.co —  Pemerintahan Joko Widodo dinilai telah menjalankan sejumlah agenda kepentingan neoliberalisme dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Zulfi Azwan Ketua Pejuang dan Pelaku Sejarah PDI Perjuangan Jawa Timur dalam pesannya kepada Aktual.co, Senin (26/1) pagi.
Menurutnya Jokowi telah lupa dengan semangat Tri Sakti dan Nawacita Bung Karno yang sering dijualnya dalam kampanye pilpres lalu. Bukti kelupaan Jokowi, kata dia, yakni pemerintahannya telah memberikan ijin ekspor konsentrat terhadap Freeport yang jelas-jelas merugikan NKRI.
“Menteri Jokowi telah melanggar UU 4 tahun 2009 dimana pelarangan ekspor konsetrat sudah jelas tertuang dalam UU tersebut,” sergahnya.
Selain itu, Presiden Jokowi telah melakukan agenda neolib lainnya yakni menyerahkan harga migas ke mekanisme pasar dimana Mahkamah Konstitusi telah membuat keputusan terkait penyerahan harga migas ini.
“Terakhir komersialisasi penyediaan infrastruktur lewat penyertaan modal negara Rp 72 triliun,” papar keponakan mantan Sekjen PDIP Alm Ir Soetjipto ini.
Dengan demikian, gaya kepemimpinan Jokowi tidak mencerminkan nafas dari PDIP dan Soekarno. “Jadi Jokowi hanya menjual nama dan ide Soekarno, hanya untuk meraih sebuah jabatan Presiden,” demikian Zulfi.

Artikel ini ditulis oleh: