Jakarta, Aktual.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Menteri Keuangan (Menkeu) sebagai Ketua merangkap anggota dan empat lainnya sebagai anggota, dalam Dewan Pengawas Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia di Istana Negara pada Rabu (27/1).

Pelantikan pada hari ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 6/P Tahun 2021 tentang pengangkatan keanggotaan Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Presiden RI menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memutuskan menetapkan dan seterusnya, satu mengangkat dalam keanggotaan Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi,” seperti tertulis dalam Kepres tersebut yang dibacakan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama.

Baca juga: Sri Mulyani Pilih Konglomerat Jadi Dewas SWF, Begini Alasannya

Kelima anggota Dewan Pengawas LPI yang dilantik pada Rabu ini adalah ;

1. Menteri Keuangan sebagai ketua merangkap anggota

2. Menteri BUMN sebagai anggota

3. Darwin Cyril Noerhadi sebagai anggota

4. Yozua Makes sebagai anggota

5. Haryanto Sahari sebagai anggota.

Setelah pembacaan isi Kepres, Presiden Jokowi kemudian mengambil sumpah jabatan keanggotaan Dewan Pengawas LPI.

Perlu diketahui ketiga dari lima nama tersebut adalah Darwin Cyril Noerhadi, Haryanto Sahari dan Yozua Makes. Mereka dikenal sebagai jajaran konglomerat Indonesia.

Berikut profile ketiga Dewas SWF tersebut:

1. Yozua Makes adalah seorang pengacara sukses yang sudah eksis selama 30 tahun di bidang Corporate Finance. Ia juga pengusaha yang membangun brand Plataran (Bisnis Perhotelan) pada 2009.

2. Darwin Cyril Noerhadi adalah Komisaris Utama (Independen) PT Mandiri Sekuritas, Komisaris (Independen) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Direktur Utama/Senior Managing Director Creador Indonesia. Ia juga Komisaris di RS Hermina.

Sebelumnya, Darwin menjabat sebagai Managing Director/CFO PT Medco Energi Internasional Tbk, Partner PricewaterhouseCoopers Indonesia – Corporate Finance, Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI, dan Executive Director PT Danareksa.

Ia meraih gelar Doktor di bidang Strategic Management (cum laude) dari Universitas Indonesia, MBA bidang Keuangan dan Ekonomi dari University of Houston, dan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung.

3. Haryanto Sahari adalah Komisaris Independen Bank Permata. Ia lulusan Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1982.

Saat ini, Haryanto Sahari menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bukit Barisan Indah Prima sejak September 2011, Anggota Komite Audit di Universitas Indonesia sejak November 2016 dan PT Unilever, Tbk. sejak Oktober 2016.

Acara pelantikan ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

(Warto'i)