Hakim Tunggal Kusno mengetuk palu usai membacakan putusan sidang praperadilan tersangka kasus e-KTP Setya Novanto di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017). Hakim Kusno mengatakan kesimpulan terdiri dari bukti, jawaban atas permohonan, keterangan ahli dan penjelasan tentang acara pidana yang menyebabkan praperadilan gugur. AKTUAL/Tino Oktaviano

Bogor, Aktual.com – Presiden Joko Widodo meminta para hakim di Indonesia terus membangun kejujuran dan integritas dalam berprofesi.

“Rakyat Indonesia mengharapkan saudara-saudara menjadi hakim-hakim yang adil, hakim yang profesional dan berintegritas, hakim-hakim yang bermartabat dan hakim-hakim yang memberikan rasa keadilan, yang memberikan fondasi bagi lompatan-lompatan kemajuan bangsa kita, Indonesia,” kata Presiden ketika memberikan Pembekalan CPNS-Calon Hakim di Lingkungan Mahkamah Agung Tahun 2018 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/2).

Presiden berharap profesi hakim yang mengutamakan kejujuran dan integritas dapat menjadi contoh bagi profesi lain.

Kepala Negara juga meyakini Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di bawahnya dapat menjadi institusi yang berwibawa dan dipercaya.

Presiden menjelaskan pada 2019 pemerintah akan membangun bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara masif sebagai pilar utama bangsa.

Dunia saat ini berubah begitu cepat yang mengacu kepada digitalisasi, kata Jokowi.

Oleh karena itu, masing-masing SDM juga perlu mengembangkan diri dan membangun kompetensi diri.

“Oleh karena itu SDM kita harus semakin kompeten, semakin akuntabel dan semakin ahli, sekaligus semakin ‘update’ dengan kekinian. Selain kemampuan teknis keahlian di bidang masing-masing, ‘social skill’ karakter kebangsaan kita, tanggung jawab sosial, juga semakin penting,” ujar Presiden.

Oleh karena itu, Presiden menginginkan cara kerja birokrasi menjadi lebih efisien, transparan dan akuntabel.

“Masyarakat juga semakin kritis dan hati-hati. Kesalahan sedikit yang dilakukan oleh aparat negara akan bisa tersebar luas di media sosial dengan begitu sangat cepatnya, viral,” tegas Jokowi terkait pembenahan birokrasi.

ANT