Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia mengatakan, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan harus berani menegur pemilik Lion Air, Rusdi Kirana.
“Harus berani meskipun Rusdi Kirana adalah anggota Wantimpres. Pemerintah harus memberi contoh yang baik. Kalau tumpul dan tak berani menegur Rusdi Kirana, apa yang dilakukan Jonan selama ini sia-sia saja, yang blusukan, tapi tak berani peringatkan Rusdi Kirana,” kata Yudi di Jakarta, Jumat (20/2).
Ia mengaku prihatin atas penelantaran penumpang oleh Lion Air di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta.
“Saya sangat prihatinkan terjadinya penelantaran terhadap penumpang oleh Lion Air. Setiap peak season, selalu terjadi seperti ini,” kata politisi PKS itu.
Kejadian yang telah berulang kali itu, kata politisi PKS tersebut, seharusnya tidak terjadi lagi.
“Kemenhub segera panggil Lion Air, apa masalahnya, kalau tidak kooperatif kasih sanksi karena lakukan penelantaran terhadap penumpang,” kata dia.
Ia menenggarai, terjadinya penelantaran itu, disebabkan masalah internal di Lion Air.
“Kuatirnya ada problem di internal mereka, sehingga menyebabkan orang lain sengsara,
Adapun sanksi yang bisa diberikan kepada Lion Air berupa peringatan, pembekuan dan pencabutan izin terbang.
“Tergantung bagaimana bentuk pelanggaran yang dilakukan Lion. Sanksi terberat adalah pencabutan izin terbang bagi Lion Air,” kata Yudi.
Komisi V DPR RI sendiri akan berkunjung ke Batam, Lion Air Center.
“Kita akan ke Batam, disana adalah Center Office Lion Air, ada bengkel Lion Air,” kata Yudi.

Artikel ini ditulis oleh: