Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V DPR RI, Bahrum Daido mengatakan kecewa dengan ketidakhadiran Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam rapat kerja (Raker) yang digelar oleh Komisi V DPR RI pada hari ini.
Pasalnya, kehadiran menteri Jonan sangat penting dalam rangka mengkonfirmasi sejumlah kelemahan yang terjadi di internal kementerian perhubungan sebagai regulator penerbangan.
“Jadi kami dari komisi V DPR cukup kecewa dengan ketidakhadiran menteri. Karena banyak yang harus dijelaskan dan dikonfirmasi, bahwa banyak peraturan perundang-undangan antara satu dan lain, sehingga terjadi seperti ini. Semacam manuver-manuver yang dilakukan Kemenhub di bandara yang bertentangan UU itu juga yang ingin kita kofirmasi,” kata Bahrum kepada wartawan disela-sela acara Raker Komisi V DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1).
Lebih lanjut, ketika ditanya apakah sejumlah manuver kebijakan Jonan yang dinilai kontroversial dan memperkeruh suasana. Seperti, pembekuan rute penerbangan hingga penghapusan LCC itu, bentuk ketidakmampuan mantan Dirut PT KAI itu dalam mengemban jabatan sebagai menteri? Ia enggan berkesimpulan terlalu dini.
“Untuk sementara kami masih bisa pahami melakukan seperti itu. Karena dia berasal dari spesialis kereta api, tentunya harus belajar. Tapi saya lihat orang-orang disekitarnya nggak mampu beri masukan. Makanya dalam RDP ini datang untuk mendapatkan informasi dan koordinasi yang konferhensip dalam evakuasi dan pemberian ijin penerbangan,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















