Presiden RI Joko Widodo saat Summit di G20

Jakarta, aktual.com – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Jubir Kementerian Kominfo) Dedy Permadi menyebutkan salah satu peran penting seorang Juru Bicara untuk perhelatan Presidensi G20 Indonesia adalah mendorong warga Indonesia menjadi partisipan aktif untuk menyukseskan ajang bertaraf global itu.

Dengan perannya tersebut, seorang Juru Bicara untuk Presidensi G20 Indonesia memegang kunci komunikasi yang aktif dan efektif sehingga pesan tersebut bisa tersampaikan dengan maksimal kepada masyarakat awam.

“Dengan mendapatkan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat turut serta mendukung perhelatan Presidensi G20 yang merupakan momen penting dan bersejarah bagi Indonesia,” ujar Dedy menjelaskan manfaat kehadiran Juru Bicara Presidensi G20 dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/4).

Dalam momen Keketuaan Indonesia di G20 2022 ada tiga isu prioritas yang diusung untuk dibahas dalam forum berisikan 19 negara lainnya itu yakni Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi berbasis Digital dan Transisi Energi Berkelanjutan.

Ketiga isu tersebut akan dibahas dalam berbagai pertemuan, baik Finance Track maupun Sherpa Track, yang terdiri atas berbagai working groups (WG) dan engagement groups (EG).

Dedy Permadi menyebutkan mengingat banyaknya isu yang dibahas cukup kompleks maka pemerintah memerlukan beberapa Juru Bicara yang paham dengan isu- isu tersebut.

Sehingga Juru Bicara tidaklah bekerja secara individu untuk perhelatan ajang internasional itu melainkan bekerja dalam sebuah tim yang membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang tepat sasaran.
Mengenai masing-masing WG dan EF, peran juru bicara dilaksanakan oleh para pengampu (chair dan co-chair) masing-masing.

“Dalam konteks kebijakan yang lebih krusial, informasi kepada media dan masyarakat juga dapat disampaikan oleh Ketua Sherpa Track, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan Menteri Luar Negeri; serta Ketua Finance Track, Menteri Keuangan bersama dengan Gubernur Bank Indonesia,”ujar Dedy.

Salah satu strategi yang diambil pemerintah untuk menggaet ketertarikan dan partisipasi masyarakat terlibat dalam suksesi G20 khususnya dari kalangan milenial dan generasi Z adalah menunjuk figur publik Maudy Ayunda sebagai bagian dari tim Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia.

Ada pun Dedy menjelaskan dua tugas utama Maudy dalam menjadi juru bicara Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat diemban dengan baik dan maksimal.

“Pertama, menyampaikan informasi ke masyarakat luas terkait kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi pada November 2022, khususnya pada Generasi Z dan Milenial. Lalu kedua, menyampaikan perkembangan substansi dan agenda yang dibahas dalam pertemuan-pertemuan working group maupun engagement group sepanjang tahun 2022,” tutupnya.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)