Jakarta, Aktual.com – Jumlah pemudik 2016 yang melalui terminal Kalideres, Jakarta, menurun sebanyak 40 persen daripada jumlah pemudik ketika Lebaran tahun 2015.
“Jumlahnya menurun sekitar 30 sampai 40 persen,” kata Kepala Terminal Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Kalideres Revi Zulkarnaen, di kantornya, Senin (4/7).
Penyebabnya, ia menjelaskan karena adanya mudik gratis yang ditawarkan oleh berbagai instansi, sehingga volume penumpang cenderung berkurang. Kemudian, semakin banyaknya pemudik yang memilih membawa mobil pribadi karena sudah mampu membeli kendaraan pribadi.
Sedangkan tujuan terbanyak dari Kalideres, adalah tujuan ke Pulau Sumatera, karena memang jumlah bus, serta tujuan lebih banyak arah ke Sumatera. Sedangkan Pulau Jawa, adalah Jawa Tengah yang menjadi tujuan terbanyak.
Puncak arus mudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, diperkirakan sudah terjadi pada Sabtu (2/7) malam atau H-4 dengan 3.391 penumpang yang berangkat, atau naik 328 persen dibanding hari reguler di luar Ramadhan dan Lebaran.
Dia merinci pada H-4 kemarin, mayoritas penumpang atau sebanyak 862 orang berangkat ke Jawa Tengah. Sedangkan, 800 penumpang lainnya berangkat menyeberangi Pelabuhan Merak, menuju Sumatera. Kemudian, sebanyak 738 penumpang menuju Jawa Timur dan 608 penumpang bertolak ke Banten.
“Mereka berangkat dengan 285 bus. Total bus terbanyak yang berangkat pada musim arus mudik ini,” ujar dia. Sebagian besar penumpang, menurut dia, berangkat pada siang menjelang malam. Pada puncak arus mudik kemarin, sebanyak 1621 penumpang atau 50 persen dari total penumpang pada H-4 berangkat dari Kalideres pada pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Jika dibandingkan hari biasa di luar Ramadhan dan Lebaran, jumlah penumpang yang berangkat meningkat 200-300 persen pada arus mudik ini. Enam bus bantuan juga telah dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
Nebby

















