Puluhan Jurnalis yang tergabung dalam berbagai kelompok melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) di Jakarta, Kamis (25/8/2016). Dalam aksinya mendesak pemerintah menindak tegas para oknum TNI yang mengintimidasi dan represif terhadap kerja-kerja jurnalis. AKTUAL/MUNZIR

Jakarta, aktual.com – Para pewarta yang tergabung dalam Wartawan Hitam Jakarta akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (26/9).

Hal ini dilakukan mengingat beberapa rekan wartawan menjadi korban kekerasan dari aparat kepolisian saat meliput aksi demo dua hari belakangan ini.

Koordinator Wartawan Hitam Jakarta, Reza Pamungkas mengatakan, selain menolak RKUHP, pihaknya meminta aparat kepolisian lebih profesional dalam penanganan aksi penyampaian pendapat.

Menurut Reza, arogansi aparat yang mencuat di media sosial sangat merugikan Kapolri yang telah membentuk slogan Profesional Modern Terpercaya (Promoter). Untuk itu Reza menambahkan ada tiga tuntutan dari aksi yang akan digelar tersebut.

Pertama yakni periksa dan adili oknum anggota kepolisian yang dengan gagah berani memukuli dan merampas alat kerja wartawan. Hal ini harus diimplementasikan dengan pemberian sanksi tegas terhadap oknum tersebut. tujuannya agar di kemudian hari anggota kepolisian bisa benar-benar bersinergi dengan awak media dalam kondisi apapun.

“Kita insan jurnalis, tetap berada di tengah. Sedekat apapun kami dengan anggota kepolisian, jika memang harus diberitakan, maka akan kami beritakan,” ujarnya.

Tuntutan selanjutnya yakni agar seluruh personel Polri menguasai Undang-undang Jurnalistik, sehingga ke depan tidak ada lagi anggota yang arogan menghalang-halangi kerja wartawan. Kegiatan ini harus dimulai dari jajaran terbawah hingga jajaran Perwira Tinggi. Mengapa demikian, karena beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial, seorang perwira pertama meminta wartawan untuk tidak merekam kekerasan yang dilakukan aparat kepada peserta demo.

(Zaenal Arifin)