Jakarta, Aktual.co — DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklarifikasi kasus ijazah palsu yang menyeret nama Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun.
PDIP menyatakan bahwa sejauh ini Komarudin tak pernah memakai gelar tersebut dalam kiprahnya sehari-hari. PDIP meminta pemerintah untuk menindak tegas universitas yang berani mengeluarkan ijazah palsu.
Politisi Senior PDIP Pramono Anung mengatakan dalam dunia pendidikan tak membenarkan adanya pemberian gelar kehormatan, sehingga universitas yang menerbitkan perlu ditertibkan.
“Saya mendengar Komarudin tak pernah memakai gelar tersebut, yang dipakai gelar S1 Universitas Cenderawasih dan S2 Magister Hukum dari Universitas Gadjah Mada,” ujar Pramono di DPR, Jakarta, Selasa (26/5).
Pramono menghimbau bagi para pihak yang mendapat gelar-gelar kehormatan sejenis untuk menolaknya dan menyampaikan kepada pihak berwenang seperti Menteri Riset Teknologi dan Peendidikan Tinggi (Menristekdikti) untuk menertibkan. Sebab dunia pendidikan akan tercoreng dengan pemberian gelar abal-abal.
“Kita harus membiasakan budaya malu, mendapat gelar dari universitas harus menempuh proses belajar, disertasi, dan diketahui publik,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menceritakan penerimaan gelar doktor kehormatan atau honoris causa dari University of Berkeley sekitar tahun 2001-2002. Kampus yang sedang menjadi sorotan lantaran diduga memperjualbelikan gelar palsu ini meminta uang puluhan juta untuk keperluan tiket pesawat dan biaya hotel karena pemberian gelar dilakukan di Singapura.
“Gelarnya bukan gelar akademis, karena saya tak pernah berkuliah di sana,” katanya, Senin (25/5).
Untuk diketahui, Pemberitahuan penganugerahan gelar kepadanya dilakukan melalui surat resmi dengan logo dan kop surat. Sebelum bertolak ke Singapura, ia juga diundang untuk mengikuti brifing di kantor University of Berkeley, di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Dirinya menduga gelar doktor honoris causa oleh University of Berkeley diberikan lantaran sepak terjangnya di bidang politik. Walau begitu, dia menyatakan tak pernah mencantumkan gelar doktor yang diterimanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















