Pembangunan Proyek IKN

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membuka tender proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tercatat, pada tahap awal telah ada proyek senilai Rp 6,2 triliun yang ditawarkan melalui tender.

Insannul Kamil Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang PUPR dan Infrastruktur mengatakan, pengusaha di sektor infrastruktur dan konstruksi tentu antusias dengan tawaran tersebut.

Hal ini berkaca pada rencana pembangunan gedung Sekretariat Presiden dengan nilai Rp1,4 triliun yang diikuti oleh 182 badan usaha jasa konstruksi, terhitung sejak tanggal dimulainya tender pada 7 Juli 2022 hingga 24 Juli 2022.

Seperti dilansir dari Kontan, Kemudian, harga perkiraan sendiri (HPS) untuk proyek jalan tol sebesar Rp 3,5 triliun, dengan jumlah peserta tender sebanyak 122 badan usaha jasa konstruksi, sejak dimulainya proses lelang pada 13 Juli 2022 hingga 24 Juli 2022.

“Data tersebut tentu memperlihatkan masih adanya harapan dan antusias para pengusaha sektor industri konstruksi untuk ikut andil dan berpartisipasi dalam pembangunan IKN Nusantara,” kata Ihsan Minggu (24/7) kemarin.

Maka pemerintah diharapkan dapat memberikan prioritas kepada perusahaan swasta lokal pada tender lelang tersebut. Pasalnya dengan berjalannya sektor industri konstruksi nasional dapat menjaga kondisi industri tersebut di tengah krisis global saat ini.

“Pemerintah harus memberikan memberi prioritas kepada pengusaha swasta nasional pada proyek konstruksi dan infrastruktur, untuk menjamin keberlangsungan kondisi pengusaha nasional di tengah krisis global terutama energi dan pangan pasti akan memberi dampak pada ekosistem industri konstruksi dan infrastruktur,” imbuhnya.

Selain itu, berjalannya proyek infrastruktur di IKN akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Dimana sektor ini cenderung menggunakan skema padat karya.

Diharapkan proyek konstruksi IKN mampu mendorong perekonomian di tengah kondisi krisis pangan dan energi di dunia.

“Proyek konstruksi adalah padat karya yang akan melibatkan banyak tenaga kerja, pasti akan memiliki daya dorong besar untuk menggerakkan perekonomian nasional,” pungkasnya.

(Arie Saputra)