Jakarta, Aktual.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Haris Pindratno mengajukan pengunduran diri ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Alasannya, faktor kesehatan.

Namun muncul dugaan lain di balik mundurnya Haris. Yakni lantaran tak tahan dengan tekanan kerja di bawah kepemimpinan Ahok.

Sebab Ahok tercatat pernah ‘menyemprot’ Haris untuk soal penerangan jalan umum (PJU) di Jakarta yang dinilainya tidak maksimal.

“Kamu cek aja PJU, masalah nggak?” ujar Ahok dengan ketus, saat dikonfirmasi soal kinerja Haris, Rabu (26/8).

Ahok pun mengaku langsung menerima permintaan pengunduran diri Haris. “Ya, sudah kita terima. Kita disposisi, ok, akan diproses segera. Dia mau mundur, dia mau pensiun lebih cepat,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Haris membantah bahwa pengunduran dirinya karena tekanan pekerjaan selama dipimpin Ahok. Tutur dia, sejak masih duduk di kelas 4 SD, ginjalnya memang bermasalah. “Tinggal satu. Saya pernah vertigo dua kali dan dokter bilang jangan sampai tiga kali bisa meninggal,” kata Haris kepada wartawan.

Ditanya soal gaya kepemimpinan Ahok, Haris justru mengaku mendukung. Kata dia, Jakarta di bawah komando Ahok banyak perubahan positif. “Ini aku ngaku jujur ya, kita lihat saja jalan inspeksi (kali) dari yang tadinya banyak (pemukiman) kumuh sekarang hilang dan rusun-rusun juga jadi tertib,” ujar dia.

Soal sikap meledak-ledak Ahok, Haris juga anggap wajar. “Menurut saya itu normal dan wajar, faktanya juga beliau suka bercanda saya lihat,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Haris telah mengajukan pengunduran dirinya sejak 18 Agustus 2015. Alasan kesehatan dirinya yang membuat mengajukan pengunduran diri kepada Ahok.

()

()