BPBD Kota Tangerang bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan kandungan air sungai cisadane dampak dari kebakaran Gudang Kimia PT Biotek Saranatama. ANTARA/Irfan

Jakarta, aktual.com –  Sejumlah sungai (kali) yang berada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Tangerang, Banten, tercemar bahan kimia usai kebakaran gudang kimia milik PT Biotek Saranatama. Kali tersebut yakni, Cisadane dan Jalentreng.

BPBD Kota Tangerang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane menyusul dampak kebakaran gudang bahan kimia yang diduga terjadi pencemaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas yang berkaitan langsung dengan air sungai hingga terdapat informasi resmi terkait kondisi pencemaran.

“BPBD meminta masyarakat untuk sementara waktu menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan BPBD, PDAM, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait perkembangan kondisi lingkungan,” kata Mahdiar, Selasa (10/2/2026).

Selain itu, masyarakat diimbau memperhatikan kualitas air sumur di lingkungan masing-masing, terutama jika terjadi perubahan bau, warna, maupun rasa. Warga juga disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane yang diduga terdampak pencemaran.

BPBD juga mengingatkan warga agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala paparan, seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, maupun mata perih atau berair.

Mahdiar pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus menyampaikan perkembangan situasi secara berkala kepada masyarakat.

“Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat melalui nomor 112 atau hotline BPBD dan Damkar Kota Tangerang di 021-5582144,” katanya.

Akibat pencemaran itu, aliran air bersih ke ratusan ribu rumah warga atau pelanggan PDAM pun terpaksa harus dihentikan sementara. Sebab, cemarannya sudah menghasilkan aroma tak sedap ke rumah-rumah warga.

“Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak, maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi,” ungkap Dody efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

PDAM TB sudah berkoordinasi dengan pengelola Pintu Air Sepuluh untuk membuka pintu nomor 9 dan nomor 10 dengan tujuan limbah terbuang ke laut dengan cepat. Sembari, kualitas air tetap dipantau secara fisika dan kimia per 30 menit.

“Pada pukul 05.00 air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan. Saat ini jam 7.15 pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali,” ungkapnya.

Warga pun diimbau untuk tidak menggunakan terlebih dulu air PDAM untuk dikonsumsi, dimasak dan sejenisnya.

Polres Tangsel Periksa Pemilik Gudang

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah memintai keterangan lima orang saksi terkait kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, kemarin. Imbas peristiwa itu cairan kimia yang mengalir ke daerah aliran sungai mengakibatkan pencemaran.

“Apakah ada dugaan tindak pidana terhadap peristiwa kebakaran tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel, Ajun Komisaris Wira Graha Setiawan, Selasa (10/2/2026).

Ia jelaskan pihaknya telah menerbitkan salinan laporan form A. Tanda ada laporan masyarakat polisi dapat melakukan penyelidikan karena insiden kebakaran ini sudah menjadi perhatian publik.

Wira pastikan bangunan yang kebakaran merupakan gudang penyimpanan zat kimia. Dampak dari cairan pestisida yang tersemprot air mengalir ke Kali Jaletreng yang muaranya hilirnya ke Sungai Cisadane.

Penyidik kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup Kota Tangsel untuk pengambilan sampel air. “Rencana kita akan lakukan pemeriksaan di Puslabfor Polri,” jelasnya.

Wira mengakui pencemaran air daerah aliran sungai makin meluas. Siapa saja pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan. “Karyawan dan manajer,” ungkapnya.

Diketahui, gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama, kebakaran, Senin 9 Februari 2025. Cairan pestisida yang mengalir ke Kali Jaletreng memicu banyak ikan mabuk. Warga berbondong-bondong mengambil ikan untuk dikonsumsi.

Pencemaran juga telah meluas hingga ke Kota Tangerang. Sejumlah warga menangkapi ikan, bahkan di Pintu Air 10 juga banyak warga panen ikan mabuk.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi