Jakarta, Aktual.co —   PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memproyeksikan nilai kapitalisasi pasar saham perusahaan pada 2015 menembus Rp300 triliun, sejalan dengan konsistensi pertumbuhan layanan seluler, bisnis internasional dan monetisasi anak usaha.

“Untuk memperkuat pertumbuhan usaha ayanan dan jaringan tersebut, Telkom pada 2015 menyiapkan investasi broadband sekitar Rp45 triliun melonjak tiga kali lipat dari 2014 sekitar Rp15 triliun,” kata Dirut Telkom Arief Yahya, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/10).

Menurut Arief, pembangunan akses internet berkecepatan tinggi (broadband) sangat penting dalam meningkatkan daya saing dan kualitas hidup masyarakat, bahkan memberikan kontribusi signifikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemampuan Telkom melakukan transformasi di sisi layanan dan jaringan dinilai menjadi faktor positif bagi kinerja keuangan dan saham perusahaan itu.

Analis KDB Daewoo Securities Indonesia Akhmad Nurcahyadi menyatakan operator pelat merah itu berhasil mentransformasi pendapatan dari dominasi suara menjadi data.

“Bisnis data diharapkan menjadi penopang utama laba bersih perseroan dalam jangka panjang. Diperkirakan penjualan data bakal berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total pendapatan tahun 2014,” kata Akhmad.

Dalam kajian Daewoo Securities yang dipublikasikan baru-baru ini, Telkom diperkirakan menjadi perusahaan telekomunikasi yang paling diuntungkan atas pertumbuhan permintaan data di Indonesia. Telkom juga memiliki kemampuan paling baik untuk mendapatkan keuntungan atas tren peningkatan bisnis digital dalam jangka panjang.

Menurutnya, di tengah kekhawatiran akan potensi stagnannya pertumbuhan sektor telekomunikasi di Indonesia, Telkom akan menjadi operator yang paling banyak menerima keuntungan atas potensi pertumbuhan berkelanjutan permintaan jasa data di Indonesia.

“Telkom merupakan operator yang paling siap dalam mengambil keuntungan dari perkembangan bisnis digital di Indonesia yang menjanjikan di masa depan,” katanya.

Untuk itu KDB Daewoo Securities memproyeksi Earning Per Share (EPS) Telkom 2014 dan tahun 2015 sebesar Rp151 per saham dan Rp161 per saham, dengan rekomendasi “buy” (beli) pada harga target Rp 3.100 per lembar saham.

Pasca dilepasnya sebagian saham anak usahanya, Mitratel, ke Tower Bersama sejumlah sekuritas asing seperti CIMB juga memprediksi pendapatan Telkom pada tahun 2014 bisa mencapai Rp90,11 triliun dengan keuntungan Rp15,25 triliun. Sementara Barclay memperkirakan pendapatan Telkom 2014 sebesar Rp88,8 triliun dengan keuntungan Rp 15,5 triliun

()

(Eka)