Jakarta, Aktual.co —  Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis memimpin pencarian kelompok sipil bersenjata yang dipimpin Santoso di Lembah Napu, Kabupaten Poso, Senin (29/12).
Idham Azis bersama rombongan dari Kota Palu menuju ke Lembah Napu yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Kota Palu. Dia mengatakan, jumlah personel yang dikerahkan untuk mencari kawanan sipil bersenjata yang dipimpin Santoso itu sekitar 300 orang yang terdiri dari TNI dan Polri.
Pasukan gabungan itu juga berupaya menyelamatkan seorang Desa Tamadue yang disandera kawanan bersenjata sejak 27 Desember 2014. Dia mengaku belum bisa memperkirakan waktu pengejaran kelompok sipil bersenjata serta operasi penyelamatan korban penculikan itu mengingat lokasi pencarian berada di wilayah pegunungan dan hutan.
“Pokoknya kita cari sampai ketemu karena teroris adalah musuh negara,” kata mantan Wakil Kepala Detasemen 88 Antiteror ini.
Kawanan sipil bersenjata itu sebelumnya menangkap tiga warga Desa Tamadue, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Satu dari tiga warga yang ditangkap itu meninggal dunia dibunuh, satu orang masih disekap dan seorang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Sebelumnya, dua warga Desa Sidoa yang juga berada di wilayah Lembah Napu masih hilang dan hingga kini belum ditemukan. Kedua warga itu sedang berburu babi hutan di hutan namun hingga saat ini belum ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu