Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengimbau agar masyarakat tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Hal tersebut dikarenakan Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami musibah.
“Indonesia sedang berduka dengan adanya musibah kecelakaan pesawat Air Asia. Untuk itu saya imbau masyarakat agar tidak terlalu berhura-hura merayakan malam tahun baru. Saya kira itu lebih bijak,” kata Sutarman, di Jakarta, Rabu (31/12).
Dia berharap masyarakat bisa bertoleransi terkait dengan adanya musibah jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501, Minggu (28/12) di Selat Karimata, Kalimantan Barat.
Saat ini, lanjut Sutarman, tim DVI sudah mengambil data antemortem 90 anggota keluarga dari 155 penumpang dan 7 awak pesawat Air Asia QZ8501. Selanjutnya data antemortem itu akan diidentifikasi dengan data postmortem jasad penumpang dan awak pesawat QZ8501 yang ditemukan.
“Data antemortem sudah disiapkan dari keluarga yang menunggu. Setelah jenazah sampai diidentifikasi. 90 orang (keluarga korban) yang sudah kita data, baik pengambilan DNA maupun ciri-ciri. Data ante mortem akan disesuaikan dengan data post mortem,” kata dia.
Sutarman menambahkan, untuk membantu penyisiran korban, Polri yang dalam hal ini dibawah kendali Basarnas akan mengumpulkan berbagai informasi secara komprehensif, baik melalui penelusuran sinyal telepon seluler yang sempat terdeteksi hingga keterangan nelayan.
Kapolri meyakinkan bahwa Polri telah memiliki pengalaman untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat, bahkan yang tubuhnya telah hancur. “Bahkan yang sudah hancur kita identifikasi. DNA bisa diambil dari rambut, kuku dan lainnya.”
Meski saat ini masih terfokus dengan pencarian korban, namun untuk pengungkapan penyebab kecelakaan pesawat tersebut, Polri akan mendukung pihak KNKT untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawaat naas tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















