Jakarta, Aktual.co — Pertamina Energy Trading Limited (Petral) resmi dibubarkan Pemerintah. Alasannya, Petral diduga menjadi tempat bercokolnya para mafia minyak dan gas (Migas).
Dengan adanya dugaan praktik mafia migas, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan pihaknya siap mengusut jika dugaan tersebut mengarah pada perbuatan pidana.
Bahkan, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri membeberkan Petral menjadi sarang praktik mafia migas ke Bareskrim Polri, pada Kamis (21/5) kemarin malam.
Badrodin pun membenarkan, pihaknya telah memperoleh beberapa data dari Faisal Basri terkait adanya dugaan praktik mafia migas.
“Yang enggak siap siapa?. Kan baru dikasih datanya,” kata Badrodin usai sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, (22/5).
Jenderal bintang empat itu menambahkan, saat ini Bareskrim Polri tengah mempelajari data-data tersebut. Sehingga nantinya dapat diketahui dugaan tindak pidana dalam praktik mafia migas di Petral.
“Tentu tidak langsung kita lakukan penyelidikan, kita pelajari dulu datanya. Terkait apa. Apakah nanti ada dugaan tindak pidana disitu ya dilakukan penyelidikan. Kalau penyelidikan ada tindak pidanya pasti ditingkatkan menjadi penyidikan,” jelas Badrodin.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Simanjuntak mengaku tertarik untuk menangani setiap perkara korupsi.
Termasuk dugaan adanya mafia migas di Petral. “Oh setiap korupsi kita tertarik menangani. Kalau ada yang melaporkan,” kata Victor.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















