Jakarta, Aktual.co — Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menyemburkan material lava, awan panas dan abu vulkanik dahsyat, Sabtu (9/5) pukul 06.53 pagi.
Guguran lahar dan awan panas masih menjatuhi bantaran kali Batuawang di sisi timur Karangetang, sementara abu vulkanik yang dalam bahasa setempat disebut dampelos berbelok ke sisi barat.
Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat, ini guguran lahar dan awan panas mencapai tiga kilometer di bantaran kali Batuawang ke arah Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur. “Ada kecenderungan aktivitas kembali meningkat di banding Jumat (8/5) kemarin. Kali ini hempasan abu beralih ke sisi barat Karangetang mengikuti arah angin,” kata Kuswarno.
Guguran material tiga kali berturut-turut terjadi dalam satu jam sejak erupsi pukul 06.53. Petugas pos pengamatan juga mencatat luncuran awan panas pada pukul 02.07 dan 03.53 dini hari.
Hingga hari ketiga sejak luncuran lava dan awan panas disertai abu vulkanik, Kamis (7/5) siang lalu, semburan Karangetang tidak disertai dengan gemuruh. “Ini erupsi non eksplosif tapi bukan berarti tidak akan terjadi. Potensi minimalnya eksplosif lemah bisa saja terjadi,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia Tatipang.
Hembusan abu vulkanik berwarna abu-abu kecoklatan sempat membuat cemas warga Kampung Salili, Siau Tengah. Firster Sagune, warga Salili mengaku terkejut dan mengamati pergerakan abu pekat yang melintas dekat rumahnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















